Depok.suara.com - Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi menyoroti permintaan mahar rumah yang diduga diminta oleh Yessi kepada pihak Ryan Dono. Baginya dalam tradisi Sunda, meminta mahar yang terlalu tinggi bisa menyebabkan perempuan disebut matre.
Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi saat berbincang dengan Yessi dan ibunya di kediamannya yang diunggah melalui akun YouTube pribadinya. Perbincangan ini sendiri terkait kontroversi pernikahan yang batal karena permintaan mahar.
Mantan Bupati Purwakarta ini awalnya menjelaskan bahwa perempuan sebenarnya diperbolehkan untuk meminta mahal dengan jumlah tinggi. Tetapi bagi mayoritas orang Sunda, hal ini bukan menjadi hal lumrah.
"Biasa juga kalau menentukan mahar mahal bisa disebut matre. Padahal perempuan mah diperbolehkan meminta mahar dengan jumlah besar," jelas pria yang kerap disapa dengan panggilan Kang Dedi.
Dirinya lantas menjelaskan bahwa ada beberapa negara yang memiliki tradisi mahar mahal. Bahkan karena hal itu banyak laki-laki yang sulit mendapatkan perempuan.
"Sehingga tidak mudah dapat perempuan tidak mudah menikah. Kalau sunda mas kawin 500 ribu jadi," paparnya
Tidak hanya di luar negeri, di beberapa daerah Indonesia juga memiliki tradisi mahar dengan jumlah tinggi. Tetapi bila hal tersebut ditetapkan di masyarakat Sunda, jelas Dedi, pasti menimbulkan kontroversi.
Tetapi dirinya juga menjelaskan bahwa sebenarnya dalam pernikahan sangatlah mudah. Hanya saja berat di resepsi sehingga membutuhkan uang dengan jumlah besar.
"Kalau tradisi itu dibuat murah bisa buat rumah dan lain-lain," pungkasnya.
Baca Juga: Wakil Indonesia The Daddies Melaju ke Babak Final BWF World Tour Finals