Jelang hari H lebaran, kabar meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia kembali beredar. Profesor kedokteran Zubairi Djoerban mengabarkan fakta tersebut via akun twitter Pribadinya.
"Fakta hari ini:
Ada 944 kasus baru Covid-19. Naik dari jumlah kemarin 494 kasus. Angka kematiannya mencapai 14 orang," tulisnya via akun @ProfesorZubairi selasa malam (11/04). Tweet ini juga melampirkan kutipan judul dari portal berita kontan.co.id yang melaporkan update kasus baru Covid-19.
Menanggapi unggahan tersebut, beragam komentar dilontarkan warganet. Beberapa menuliskan kecemasan karena belakangan mengalami gejala-gejala awal terinfeksi virus corona.
"3 minggu yl teman papa positif (usia 76). lalu, minggu yl, sahabat saya dan suaminya positif covid untuk kali ke-3 . suaminya masuk RS 3 hari. gejalanya beda2. teman papa sakit lambung, suami sahabat hipertensi, sahabat saya demam dan pilek," ungkap akun @meili***.
"Prof, kebetulan sy sdng flu berat sampai anosmia. Gak bisa nyium aroma apapun, bahkan pewangi pakaian pun gak tercium.
Apa covid ya..? tp gak demam," tulis akun @mari****.
Ada pula netizen yang berlawan menanggapi kabar ini. Anggapan kalau kenaikan kasus Covid-19 ini dicurigai sebagai pengalihan isu hari raya turut dicuitkan. "Ini... Covid senangnya sama org bukber dan berlebaran...," tulis akun @marti*******.
Baca Juga: Putri Cing Abdel Wafat, Komeng Sampaikan Ucapan Belasungkawa 'Di Luar Nalar'