Beberapa hari belakangan viral terbitan surat resmi BNN Tasikmalaya untuk PO Budiman yang dituduh meminta jatah THR.Dalam surat tertulis, tujuan surat untuk PO Bus Budiman Tasikmalaya.
Surat tersebut berisi permohonan bantuan partisipasi dan apresiasi untuk THR maupun paket lebaran. Keterangan lain juga tertulis jumlah permintaan THR maupun paket Lebaran untuk 28 anggota BNN Kota Tasikmalaya.
Kepala BNN Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan Hasyim selasa (11/4) lalu mengakui kesalahannya sekaligus melayangkan permohonan maaf dan mencabut permintaan tersebut.
Mengutip detikjabar, kamis (13/4) lalu, kepala BNN Jabar M Arief Ramdhani akan segera melakukan pemeriksaan terhadap Iwan dan berjanji akan menjatuhkan sanksi untuknya.
Keteledoran itu dianggap ulah yang 'nekat' dan telah mencederai integritas BNN di mata masyarakat. Buntut panjang maraknya kabar ini membuat warganet geram.
Sampai hari ini, kolom komentar akun instagram resmi BNN Tasikmalaya (@infobnn_kota_tasikmalaya) kini dibanjiri hujatan warganet.
Banyak netizen yang cenderung berkomentar dengan gaya yang menyindir. "Bersih dari narkoba....kotor dari THR", tulis @syae********. Ada pula yang tak menduga reputasi BNN terendahkan karena insiden ini. "Sekelas BNN minta jatah ke po bus," tulis akun @ari*****.
Terkait reaksi kekecewaan warganet ini, sebelumnya diketahui datang sekelompok orang melakukan aksi protes langsung ke Kantor BNN Kota Tasikmalaya rabu (12/4) lalu.
Mereka melancarkan protes dengan menaruh berlembar uang mainan juga setandan pisang mentah di depan kantor. Salah seorang terlihat menggantungkan tali di lehernya dengan cetakan tulisan yang bertulis THR.