Depok.suara.com - Timnas Wanita Spanyol berhasil menyabet gelar piala dunia pertama sepanjang sejarah di ajang FIFA Women's Wold Cup 2023, Australia.
Mereka berhasil mengandaskan juara Piala Eropa 2022, Inggris dengan skor tipis 1-0. Gol dilesakkan oleh Olga Carmona pada menit ke 29.
Kemenangan La Furia Roja Femenio (julukan timnas sepakbola wanita spanyol) sekaligus mencatatkan sejarah baru.
Mereka menjadi negara kedua yang berhasil mengawinkan gelar dunia antara tim sepakbola pria dengan tim sepakbola wanita, setelah Jerman melakukannya lebih dulu.
Namun hegemoni dibalik perayaan Timnas Spanyol putri ternyata tidak bisa mengesampingkan fakta jika kondisi internal regu tersebut tidak baik-baik saja.
Dari daftar squad yang berangkat ke Australia, terdapat tiga pemain yang tergabung dalam sebuah grup pemboikot pelatih mereka, Jorge Vilda.
Menurut artikel dari Insider.com, regu pemboikot berisi 15 pemain utama timnas yang mengecam manajemen kepelatihan Vilda untuk mundur. Mereka dijuluki "Las 15".
Pada akhirnya hanya ada 3 nama dari Las 15 yang diikutsertakan Piala Dunia, dan semuanya adalah pemain Barcelona Feminio.
Mereka adalah Mariona Caldentey, Aitana Bonmati, dan Ona Batlle. Perpecahan semakin terasa saat sebuah dokumentasi menunjukan momen saat Caldentey mengacuhkan selebrasi Vilda di semifinal.
Baca Juga: Natasha Rizky Beri Alasan Mengapa Masih Romantis di Medsos dengan Desta: Aku Kan Tetap...
Menjelang partai final, Vilda sendiri mulai meresahkan situasi buruk atas perlakuan para pemain yang memusuhinya.
"Saya tidak berharap apa yang saya alami hari ini pada siapa pun," Ungkap Vilda (Insider, 19/8/23). "Kamu tidak bisa melempar batu dan menyembunyikan tanganmu, sambungnya.
Regu Las 15 sendiri diancam akan dikenai skors tidak bisa berkarir selama 5 tahun oleh federasi sepakbola Spanyol RFEF.
Lantas kekecewaan dimusuhi dan diboikot para pemain dapat membuat Vilda segera menanggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala?