Depok.suara.com - Kebakaran yang terjadi di kawasan Bukit Teletubbies Bromo memang menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Apalagi kebakaran terjadi kerena masalah kecerobohan seseorang.
Setelah manajer WO menjadi tersangka, kini pengantin pria, Hendra muncul ke publik. Di hadapan Ketua Dukun Pandita Suku Tengger serta perangkat desa, Hendra meminta maaf atas tindakannya.
"Terkait musibah yang terjadi yakni kebakaran yang tentunya tidak kami inginkan atau tidak ada niatan dari kami sedikitpun," katanya seperti potongan video yang diunggah akun @undercover.id.
Sementara pada video selanjutnya, kuasa hukum tersangka dan saksi, Mustadji justru mengatakan kalau kesalahan bukan berada pada kliennya, melainkan petugas TNBTS. Menurutnya tak ada aturan serta pendampingan bagi para pengunjung di tempat tersebut.
"Dimana seharisnya, disitu aturannya di dalam pengelolaan wisata itu harus ada pengawalan atau himbauan kepada pengunjung," katanya.
"Jadi pengunjung tidak dibiarkan begitu saja setelah kita bayar pengunjung bisa berkeliaran sampai merusak tanaman di sana," lanjut Mustadji.
Ia juga menjelaskan, karena minimnya penjagaan, kliennya tak mengetahui apa saja yang dilarang saat berada di Bukit Teletubbies. Atas alasan tersebut, Mustadji bersama kliennya berencana mengambil langkah hukum.
Postingan ini pun kemudian menyulut emosi netizen. Banyak yang marah dengan ucapan kuasa hukum tersangka dan saksi karena menyalahkan orang lain atas tindakan yang telah diperbuat.
"Bener-bener enggak punya malu plus enggak tau diri, udah salah malah ngelaporin orang atas kelalaian diri sendiri," tulis akun @ummu***.
Baca Juga: Ada Kans Lolos Grup, PSSI Harus Depak Bima Sakti Dulu Dari Timnas U-17: Dennis Wise Pelatihnya
"Kok malah jadi playing victim sih," kata akun @aimk***.
"Anda ini selain menyulut api kebakaran bromo, pandai menyulut kemarahan netizen juga ya," ucap akun @im.t***. (*)