Depok.Suara.com– Kasus pembunuhan kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin menjadi perhatian publik di tahun 2016 silam.
Cafe Olivier yang menjadi tempat pertemuan antara Jessica Kumala Wongso, Mirna Salihin, dan teman-teman lainnya juga turut menjadi sorotan.
Lantaran, Wayan Mirna Salihin tewas usai meneguk kopi vietnam di cafe tersebut. Para staff panik dengan adanya peristiwa itu dan langsung periksa seluruh produk, tetapi tidak ada yang mencurigakan hanya minuman milik Mirna yang dinilai tidak biasa.
Kini, kasus pembunuhan kopi sianida dikemas menjadi film dokumenter yang bertajuk Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso yang tayang di Netflix.
Dalam film dokumenter, dua staff Cafe Olivier bernama Devi Siagian dan Rangga ditanya soal topik yang dibicarakan selama bertemu dengan ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin.
"Bagaimana suasana pertemuannya? Apa yang dibahas ketika bertemu waktu itu," kata pewawancara dikutip Depok.Suara.com dari akun TikTok @serahlu.dah6 pada Kamis (5/10).
"Saya lupa, itu sudah lama banget soalnya. Ketemu itu paling bahas soal kasusnya. Harus konsisten cara ngomongnya, nggak usah takut,"kata barista Rangga.
"Gue takut salah ngomong. Saat pertama kali bertemu sama Edi Darmawan, beliau seorang ayah yang sangat hancur sekali hatinya dan sangat marah," jawab Manajer Devi.
Kemudian, warganet menyoroti gerak-gerik yang terlihat saat keduanya menjawab pertanyaan tersebut. Rangga yang tampak mengusap keringatnya, dan sang manajer sempat menghela napas saat ingin menjawab pertanyaan.
Hal tidak biasa ini membuat publik berasumsi bahwa ada yang disembunyikan dari kedua pegawai cafe mewah itu. Sebab, sempat berhembus kabar sang barista diduga mendapat uang dari ayah Mirna.
"Dari awal dia (Rangga) cerita lancar-lancar saja, tapi pas dapat pertanyaan itu tiba-tiba lupa," tulis warganet.
"Oh ini Rangga! Barista yang katanya dapat transferan ratusan juta," kata netizen.
"Aku malah mikirnya ada kerjasama antara pihak cafe sama ayah Mirna," ujar warganet lainnya. (*)