Depok.suara.com- Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin pada tahun 2016 silam memang cukup menggegerkan publik.
Dalam kasus tersebut, nama Jessica Wongso disebut-sebut sebagai pelaku pembunuhan Mirna Salihin dengan mencampurkan racun sianida ke dalam kopi Vietnam yang dipesannya, hingga akhirnya Jessica ditetapkan sebagai tersangka dan kini harus menerima vonis 20 tahun penjara.
Namun, 7 tahun setelah kematian Mirna Salihin, kasus kopi sianida kini kembali ramai diperbincangkan setelah dirilisnya film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso pada 28 September 2023 lalu.
Dalam film dokumenter tersebut, juga terungkap pengakuan Jessica Wongso dalam buku diary-nya setelah kematian Mirna Salihin.
"Saatnya membahas hari saat kami seharusnya bertemu untuk mengopi. Mereka merasa curiga karena aku memesan sebelum teman-temanku datang," bunyi isi buku diary tersebut yang dibacakan oleh narator dalam film dokumenter garapan Rob Sixsmith itu.
Diketahui saat kejadian pada 6 Januari 2016, Jessica Wongso memang datang lebih dulu di kafe Olivier Grand Indonesia, ia datang seorang diri dengan menenteng beberapa tas kertas karena teman-temannya datang terlambat.
Berdasarkan rekaman yang diputar di persidangan, Mirna terlihat datang bersama salah satu teman mereka yang bernama Hani.
"Aku tidak menyangka mereka datang 40 menit kemudian," lanjut isi buku diary tersebut.
Jessica kemudian berinisiatif untuk memesan minuman, termasuk kopi Vietnam yang diminum Mirna sebelum meninggal dunia.
Baca Juga: Pria di Pekanbaru Mualaf usai Mimpi Mendiang Ibu Minta Ucapkan Syahadat
Dalam persidangan kasus tersebut memang Jessica Wongso tak terlihat mencampurkan sianida ke dalam kopi yang dipesan Mirna.
Akan tetapi, dalam rekaman CCTV tidak terlihat juga orang lain yang berada di dekat minuman diatas meja. Hanya Jessica yang duduk di meja tersebut, ia dicurigai membunuh Mirna, terlebih ia menaruh tas kertas yang menghalangi gelas-gelas dari kamera CCTV.
"Mereka juga merasa curiga saat aku memindahkan kantong kertas. Aku hanya bosan," tulis Jessica dalam buku diarynya.
Tak hanya itu, Jessica Wongso juga menuliskan bahwa rekaman CCTV dirinya keluar masuk kafe diputar berulang-ulang. Namun, menurut dia rekaman polisi keluar masuk kafe itu dengan barang bukti justru terhapus secara permanen.
Jessica juga mengaku bahwa pada saat itu, situasinya tidak terkendali, apalagi namanya dimuat di dalam berita di berbagai televisi tanah air.
"Media mulai mengintai rumah kami. Kami harus sembunyi-sembunyi untuk masuk ke rumah kami sendiri. Beberapa hari kemudian, aku ditangkap," tulisnya.