depok

5 Penyebab Timnas Futsal Indonesia tak Lolos Piala Asia 2024: Pergantian Pelatih hingga Kekuatan Pemain yang Menurun

Suara Depok Suara.Com
Kamis, 12 Oktober 2023 | 19:56 WIB
5 Penyebab Timnas Futsal Indonesia tak Lolos Piala Asia 2024: Pergantian Pelatih hingga Kekuatan Pemain yang Menurun
Timans Futsal Indonesia (Instagram: @timnasfutsal)

Depok.Suara.Com - Hasil pertandingan Timnas Futsal Indonesia melawan Arab Saudi dalam Kualifikasi AFC 2024 pada hari Rabu, 11 Oktober 2023 berakhir dengan skor akhir 2-3.

Setelah menderita kekalahan tipis di Green Hall, Dammam, Arab Saudi, Tim Nasional Indonesia harus menerima dengan rela bahwa mereka tidak berhasil melanjutkan ke putaran final Piala Asia Futsal 2024.

Sebabnya, Indonesia hanya berhasil menduduki posisi ke-3 di Grup B di bawah Afghanistan dan Arab Saudi.

Hasil pertandingan futsal antara Indonesia dan Arab sangat menarik. Walaupun dalam paruh kedua pertandingan terdapat gol dari Adriansyah Runtuboy dan Firman Ardiansyah, namun tidak ada gol ketiga yang mampu menyeimbangkan skor. Maka, Indonesia tereliminasi.

Indonesia mengikuti jejak negara tetangga seperti Malaysia, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Kamboja yang gagal melangkah ke putaran final Piala Asia 2024.

Dengan Kekalahan tersebut Timnas futsal Indonesia gagal mengulang capaian berkiprah di pentas Piala Asia Futsal 2024 sehingga hanya ada tiga negara ASEAN yang berpartisipasi dalam turnamen level benua tersebut pada tahun depan yaitu Thailand,Vietnam dan Myanmar.

Indonesia mengulang catatan kelam pada 2007 dan 2018 ketika gagal lolos ke putaran final. Padahal pada penyelenggaraan Piala Asia dua tahun lalu, Indonesia bisa mencapai babak perempat final dan membuat Jepang kesulitan sebelum skuad Samurai Biru itu mencetak gol pada menit akhir.

Berikut 5 Faktor Kegagalan Timnas Futsal Indonesia

1. Persiapan Seadanya.

Baca Juga: 2 Privilege Ini Bikin Cak Imin Pede Lebih Cocok Jadi Capres Ketimbang Anies

Sebelum mengikuti kualifikasi Piala Futsal Asia 2024, timnas futsal Indonesia melakukan persiapan yang bisa dibilang minim.

Tim menyelesaikan pemusatan latihan di Malang pada 22 Agustus hingga 23 September 2023 sebelum berangkat ke Arab Saudi. Empat pertandingan uji coba dimainkan.

Namun lawannya, ketiga tim tersebut adalah klub. Sedangkan untuk timnas yang dihadapi, “hanya” Timor Leste yang saat ini berlatih di pemusatan latihan di Indonesia.

Setibanya di Arab Saudi pada 28 September 2023, Garuda berencana melakukan tes lagi namun belum diketahui sejauh mana penyelesaiannya.

2. Batal Jadi Tuan Rumah.

Kurang dari sebulan sebelum pelaksanaan, Indonesia tiba-tiba batal menjadi tuan rumah Grup B Kualifikasi Piala Futsal Asia 2024.

AFC dikabarkan pindah venue ke Arab Saudi setelah menolak rencana Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Hal ini menyebabkan relokasi dari Jakarta ke Semarang sehingga tim futsal nasional Indonesia akhirnya bermain tandang.

Tampil di hadapan banyak suporter jelas merupakan sebuah keuntungan karena meningkatkan semangat dan motivasi serta tekanan pada tim lawan.

3. Pergantian Pelatih yang Mepet.

FFI telah melakukan pergantian pelatih dengan  mepet dari pelaksanaan Piala Futsal Asia 2024, tepatnya Juli hingga Agustus 2023.

Dengan tiba-tiba, Mohammad Hashemzadeh tidak diberikan perpanjangan kontraknya meskipun performa timnya tidak buruk saat di bawah kepemimpinannya.

Kemudian, pelatih Iran tersebut digantikan oleh seorang juru taktik Brasil bernama Marcos Sorato, yang segera mendapatkan tanggung jawab yang besar.

Misinya adalah mengantarkan timnas futsal Indonesia berhasil melaju ke Piala Dunia Futsal 2024, yang sebenarnya telah diberikan sejak masa kepelatihan sebelumnya.

4. Kekuatan Pemain.

Kekuatan para pemain secara jelas mempengaruhi hasil akhir pertandingan yang dicapai. Sejak awal, tim Garuda tidak memiliki kelengkapan skuad yang optimal.

Rizki Xavier yang sering menjadi anchor utama harus absen karena mengalami cedera. Evan Soumilena sempat memutuskan untuk meninggalkan tim dan menyusul pergi ke Arab Saudi.

Penampilan pemain yang ada juga tidak optimal jika melihat dari performa sebelumnya, meskipun ada perubahan dalam komposisi tim.

Timnas futsal Indonesia juga tanpa Syauqi Saud lawan Arab Saudi karena kartu merah di laga sebelumnya, dan di akhir laga sempat kehilangan Samuel Eko.

5. Kemampuan Lawan Meningkat

Tidak dapat disangkal, penyebab kegagalan pada Kualifikasi Piala Asia Futsal 2024 tak hanya disebabkan oleh "permasalahan" yang ditemui dalam timnas futsal Indonesia.

Selain itu, perkembangan tim-tim lawan juga turut meningkat, walaupun Garuda berhasil memenangkan pertandingan dengan skor yang sangat meyakinkan saat bertemu timnas futsal Makau (12-0).

Timnas futsal Afghanistan dan Arab Saudi yang berada di peringkat lebih rendah daripada Indonesia dalam daftar peringkat futsal dunia, mampu memberikan tantangan yang signifikan.

Timnas futsal Afghanistan mendapatkan keuntungan dengan kehadiran pemain-pemain Iran dalam skuad mereka. Dengan pemain-pemain ini, kemampuan bermain mereka telah meningkat secara signifikan, sehingga berpotensi menjadi pemenang di grup mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI