Dari pihak Bank Indonesia mencatat bahwa nilai tukar Rupiah sedang mengalami pelemahan menjadi 1,20 persen yang disebab kan oleh adanya aliran modal asing yang keluar dari Indonesia .
Dalam rapat RDG di Jakarta selasa 23/05/2022 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan "Depresiasi ini sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global ditengah terjaganya pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian Indonesia "
dalam perkembangan ini nilai tukar rupih terdepresiasi sekitar 2,87 persen dibandingkan dengan level 2021 dan Perry mengklaim depresiasi ini relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang beberapa negara lain.
"ini relatif lebih baik dibandingkan dengan dengan derpresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainya ,seperti india 4,11 perssen,Malaysia 5,10 persen ,dan Korea 5,97 persen " kata Perry.
"Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental ekonomi" lanjut Perry