Beredar kabar jika Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto disebut-sebut bakal menjadi Cawapres untuk mendampigi Anies Baswedan di Pilpres 2024. Anies diketahui telah diusung oleh Partai NasDem untuk maju menjadi Capres.
Isu Prabowo menjadi Cawapres Anies berhembus setelah Partai Gerindra dikabarkan akan merapat di Koalisi Perubahan yang saat ini tengah berupaya dibentuk Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di tengah isu itu, Prabowo pun disebut-sebut akan menjadi Cawapres untuk berduet dengan Anies di Pilpres 2024 mendatang.
Rumor Gerindra bergabung ke KIB dan kabar Prabowo menjadi Cawapres Anies beredar lewat video yang diunggah oleh pemilik akun YouTube SARJANA POLITIK.
"Gerindra Gabung ke Koalisi, NasDem Pilih Prabowo Jadi Cawapres Anies Baswedan," demikian keteragan judul video unggahan SARJANA POLITIK dikutip dari Suara.com, Jumat (16/12).
Judul serupa juga kembali dituliskan di thumbnail videonya. Bahkan kali ini turut membawa-bawa sosok Presiden Joko Widodo yang diklaim tidak menyukai kabar tersebut.
"NasDem Pilih Prabowo Jadi Cawapres Anies, Jokowi Langsung Panas & Marah Melihat Ini!" tulisnya di thumbnail video. "Diam-diam Ajak Gerindra Gabung ke Koalisi!!"
Terlihat foto Ketum Partai NasDem Surya Paloh yangn tengah berbicara di hadapan awak media dengan Prabowo tampak berdiri di sebelahnya.
Lalu terlihat pula foto Anies dan Jokowi di sisi tepi thumbnail video, di mana sang presiden tampak menunjukkan gestur mengultimatum.
Namun benarkah Prabowo dan Partai Gerindra telah memutuskan bergabung dengan koalisi Anies seperti yang diviralkan video tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, video unggahan SARJANA POLITIK itu ternyata tidak memuat konten yang sesuai dengan narasinya.
Dengan kata lain, tidak ditemukan informasi mengenai bergabungnya Partai Gerindra di koalisi maupun penunjukan Prabowo Subianto menjadi cawapres Anies Baswedan hingga akhir durasi video.
Justru konten tersebut memuat sejumlah klip video terkait pertemuan Prabowo dan Paloh pada tahun 2019.
Pertemuan itu tentu tidak berkaitan dengan pembentukan koalisi pendukung Anies, justru membahas perihal potensi kekuatan dan kelemahan antara kedua belah pihak untuk membangun bangsa.
Selain itu tidak ditemukan pula informasi kredibel mengenai wacana Prabowo menjadi cawapres Anies, apalagi di tengah gesekan di antara kedua kelompok loyalis.