Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Sandiaga Uno akhirnya angkat bicara soal isu dirinya mengutangkan uang Rp50 miliar kepada Anies Baswedan saat berduet di Pilkada 2017 silam. Terkait masalah utang-piutang itu, Sandiaga kini ogah membahasnya lagi.
Alasan Sandiaga tak lagi mau mengungkit utang Anies setelah dirinya meminta petunjuk Allah SWT lewat salat istikharah. Dia pun mengaku sudah berbicara dengan keluarganya sebelum mengambil keputusan terkait masalah utang piutang Anies yang disebut-sebut tejrai di masa Pilkada.
"Setelah saya salat istikharah, setelah saya menimbang, berkonsultasi dengan keluarga, saya tidak ingin melanjutkan pembicaraan mengenai ini," kata Sandiaga seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (8/2).
Sejak munculnya isu utang-piutang, Sandiaga pun mengklaim jika hubungannya dengan Anies tetap berjalan dengan baik.
"Alhamdulillah baik. Kami bersahabat," klaimnya.
Isu Utang Rp50 Miliar
Dikabarkan, masalah utang puluhan miliar kepada Sandiaga itu pun menjadi isu adanya keretakan Anies dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pasalnya, Anies dikabarkan ingkar janji terkait perjanjian tidak maju capres yang diteken dengan Prabowo.
Terkait itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa seperti dikutip dari Suara.com, Senin (6/2), mengungkap jika utang uang Sandiaga yang dipakai untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta itu hingga kini juga belum dibayar Anies.
"Waktu putaran pertama, logistik juga susah. Jadi ya yang punya logistik kan Sandi, Sandi kan banyak saham, likuiditas bagus dan sebagainya. Ya intinya kalau tidak salah itu perjanjian utang piutang barangkali ya," ujar Erwin seperti dikutip dari dalam podcast berjudul 'Nasdem 'Serahkan Diri' ke Golkar: Ternyata Anies Masih Utang Rp 50 M ke Sandiaga Uno' yang dipandu Akbar Faizal.
Baca Juga: Tampar Pegawai Restoran Ramen, Driver Ojol di Kembangan Ditangkap, Ini Kronologinya
Diketahui, saat Pilkada DKI, Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai Cawagub. Keduanya diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Anies dan Sandiaga Uno mengalahkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP, NasDem, Golkar, dan Hanura.
Erwin menyebut, Sandiaga Uno dengan modal yang sangat besar memberikan dukungan untuk Anies Baswedan, lantaran kala itu pasangan tersebut tengah kesulitan.
"Jadi, kira-kira begitu, yang itu saya lihat. Nilainya berapa ya, Rp50 miliar barangkali. Saya kira belum (lunas) barangkali ya," kata Erwin.
(Sumber: Suara.com)