Jati diri Irjen Teddy Minahasa yang terjerat kasus penilapan barang bukti sabu akhirnya terbongkar di persidang. Eks Kapolda Sumbar itu ternyata adalah pribadi yang pendendam.
Hal itu diungkap oleh AKPB Dody Prawiranegara yang dihadirkan sebagai saksi dalam kasus narkoba yang menjerat Teddy.
Dia mengaku sangat ketakutan dengan sosok Teddy karena dianggap orang yang pendendam.
Dody mengaku menjalankan perintah Teddy Minahasa untuk menukar barang bukti sabu 5 kilogram dengan tawas karena takut. Bahkan dia mengaku sempat depresi karena ketakutan dengan sosok Irjen Teddy Minahasa.
"Beliau ini pendendam, Yang Mulia, saya takut. Saya hampir depresi," kata Dody seperti dikutip dari Suara.com, Senin (27/2).

Dody pun mengungkap faktor yang paling membuat dirinya takut dengan Irjen Teddy karena pangkatnya sangat jauh dengan sang jenderal di kepolisian. Apalagi, kata dia Irjen Teddy punya banyak relasi pejabat karena sempat menjadi ajudan wakil presiden.
"Kemudian beliau mantan ajudan Wapres (Wakil Presiden), jaringan beliau luas, jenderal tercepat. Saya takut cuma (berpangkat) AKBP," katanya,
Akan tetapi, mantan Kapolres Bukittinggi itu kini tidak takut dengan Irjen Teddy karena sama-sama berstatus sebagai terdakwa. Di depan hakim, Dody mengaku siap membongkar fakta sebenarnya dalam kasus narkoba yang melibatkan Irjen Teddy Minahasa itu.
"Tidak ada maksud lain, saya cuma takut. Kalau sekarang saya enggak takut, saya ungkap yang sebenarnya," kata dia.
Hubungan Spesial
Di sidang kali ini, terungkap fakta baru dalam kasus sabu tukar tawas Irjen Teddy dkk.
Ternyata Mami Linda alias Anita Cepu alias Linda Pujiastuti punya hubungan spesial dengan eks Kapolda Sumbar itu.
Pengakuan Mami Linda itu diungkap saat dirinya dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, hari ini. Dalam sidang itu, Teddy Minahasa dihadirkan sebagai terdakwa dalam kasus itu.
Dikutip dari Suara.com, hakim awalnya mencecar kedua saksi itu soal kedekatannya dengan terdakwa Teddy Minahasa.
Keduanya kompak menjawab mengenal Teddy. Hakim kemudian bertanya kembali, soal memiliki hubungan kekeluargaan antara mereka.