Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan video pembagian amplop di lingkungan sebuah masjid diduga kepada jemaah salat tarawih. Berdasar video yang beredar, amplop berlogo PDIP itu disebut-sebut berisi uang Rp300 ribu.
Tak cuma itu, terdapat muka dua orang politisi dalam amplop berlatar warna merah itu. Keduanya adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep sekaligus Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Ketua Banggar DPR RI Fraksi PDIP MH Said Abdullah.
Video itu viral setelah diunggah oleh akun Twitter @Aiek_Spechless. Tampak ada pria yang membagikan amplop berlogo PDIP itu kepada para jemaah di dalam masjid.
Pada video itu ada seorang warga yang memberikan amplop berwarna merah terhadap jemaah.
"Katanya masjid tak boleh buat kegiatan politik ?! Lalu, yang dilakukan @PDI_Perjuangan ini apa namanya ?! Bagi-bagi amplop merah simbol PDIP isi Rp 300 ribu," tulis akun tersebut seperti dikutip dari Suara.com.
Mencuatnya video bagi-bagi amplop berlogo PDIP diduga kepada jemaah salat tarawih di masjid itu menjadi sorotan warganet. Beragam komentar dituangkan warganet menanggapi video itu.
![Said Abdullah [Dok.Antara]](https://media.suara.com/suara-partners/dexcon/thumbs/1200x675/2023/03/27/1-said-abdullah.jpg)
Reaksi Said Abdullah
Lantaran wajahnya terpampang dalam amplop berlogo PDIP itu, Said Abdullah akhirnya angkat bicara. Dia membantah jika pembagian amplop di masjid itu demi tujuan politik.
Dia mengklaim memang rutin memberikan zakat mal dalam bentuk uang dan sembako untuk membantu fakir miskin di daerah Madura.
Baca Juga: 5 Trik Jitu Menghadapi Teman yang Suka Mengatur, Nggak Harus Dijauhi!
"Pada kesempatan ini saya juga perlu menjelaskan ke media massa, seperti di-framing oleh sebuah akun anonim di media sosial, kami membagikan uang ke warga Madura. Saya bersama para pengurus cabang PDI Perjuangan se Madura memang rutin membagikan sembako dan uang kepada warga fakir miskin. Uang itu saya niatkan sebagai zakat mal," kata Said dalam keterangannya seperti dikutip dari Suara.com, Senin.
"Dan hal itu rutin saya lakukan setiap tahun sejak 2006 lalu. Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin," imbuhnya.
Zakat mal sebagaimana yang dimaksud Said itu dibagikan di Masjid Abdullah Sychan Baghraf, masjid yang diklaim didirikan secara gotong royong oleh Said.
Said menegaskan kembali tudingan politik uang yang ditujukan kepada dirinya tidak tepat.
“Jadi kalau itu dikesankan money politic tentu salah alamat," ucap Said.
Dia menyampaikan setiap reses, selaku anggota DPR tentu dirinya menerima uang reses. Uang reses itu yang kemudian dikatakan Said, ia bagikan sepenuhnya ke rakyat dalam bentuk bantuan sembako. Kata dia, pembagian itu bagian dari akuntabilitas publik yang harus dilakukan.