Ganjar Pranowo buka suara terkait aksi penolakannya terhadap Timnas Israel yang disambut dengan serangan dari para netizen karena pernyataannya dianggap membuat Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Hal itu disampaikan Ganjar menanggapi pertanyaan Najwa Shihab yang menyinggung soal media sosial Gubernur Jateng itu yang menjadi sasaran 'tembak' banyak netizen, beberapa waktu lalu.
Ganjar pun menilai ada 'penumpang gelap' yang memanfaatkan momen kemarahan publik kepada dirinya.
"Udah saya itung dari awal mbak, dengan keputusan ini, pasti akan dilakukan sebuah gerakan. Siapa pun akan bisa menumpang pada gelombang ini," kata Ganjar dalam wawancara ekskusif yang ditayang di channel Youtube Najwa Shihab, Selasa kemarin.
Najwa pun memastikan soal pernyataan Ganjar soal 'penumpang gelap' yang ikut menyerangnya di tengah kekecewaan publik termasuk pencita sepakbola di Tanah Air atas gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

"Jadi Anda melihat ada kelompok-kelompok yang menumpang? Bukan hanya suara publik yang kecewa, bukan hanya suara pencita sepakbola, kemudian dari teman-teman timnas. Tapi ada kelompok-kelompok lain untuk mengambil momentum ini untuk menyerang Anda?" tanya Najwa ke Ganjar.
Ganjar pun mengaku sudah mengelompokkan soal kelompok-kelompok yang memang memanfaatkan momen kemarahan publik untuk menyerangnya.
"Kan kita punya mesin-mesin analisis, mbak. Kami punya, media tracking kami ngerti, analitis kami ngerti, survei semua kami baca, bagaimana partai, person, (dan) kelompok yang ada. Memangnya dunia sekarang gak bisa dibaca soal itu? Itu sangat gampang. Gampang sekali membaca, semua akan surving di situ," kata Ganjar.
Meski demikan, politisi PDI Perjuangan itu pun mengaku telah menerima konsekuensi atas pernyataan yang memicu adanya kemarahan publik di media sosial. Lebih lanjut, Ganjar pun menyampaikan jika setiap keputusan yang diambilnya itu memang tidak bisa menyenangkan semua orang.
Baca Juga: Wanita yang Masturbasi Dengan Jari Apakah Keperawanan Hilang? Ahli Jelaskan dengan Gamblang
"Ketika banyak temen mencaci maki saya, saya harus putuskan ini. Lebih baik diam saja seperti yang lain. Oh enggak. Saya gak bisa menyenangkan semua orang. Sebagai gubernur pun sama, saya gak bisa menyenangkan semua orang. Kalau mau menyenangkan orang, jualan es krim aja, semua akan senang," katanya.