Suara.com - "Banyak sekali yang mendukung acara ini hingga bisa diselenggarakan," tuturnya.
Acara tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, di antaranya Hasumi Shiraki, sutradara muda asal Jepang.
"Acara ini sangat bagus dan patut diapresiasi untuk memberikan pembelajaran bagaimana membuat film yang bermakna, agar menjadi sarana informasi pembelajaran masyarakat," kata pembuat film Sacrifice a Flower.
Dewan Kesenian Jakarta Irawan Karseno mengatakan festival film ini sangat bagus untuk proses belajar melalui film.
"Sangat bagus, untuk penggagasan proses belajar melalui film demi perpolitikan, sosial, dan budaya Indonesia yang lebih baik nantinya," kata dia.