Anang: Pak Raden Pejuang Hak Cipta

Ardi Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2015 | 20:13 WIB
Anang: Pak Raden Pejuang Hak Cipta
Pak Raden Meninggal

Suara.com - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN Anang Hermansyah mengemukakan almarhum Suyadi alias Pak Raden merupakan pejuang hak cipta di Indonesia.

"Meninggalnya tokoh legendaris Pak Raden pada Jumat (30/10) malam menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia," kata Anang kepada pers di Jakarta, Sabtu (31/10/2015)

Anang menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Pak Raden. "Semoga diterima di sisi-Nya," kata Anang.

Di ujung usianya, kata Anang, Pak Raden masih memperjuangkan karya ciptanya, Si Unyil.

Karena itu, Anang menyebut Pak Raden merupakan tokoh pejuang hak cipta di Indonesia. "Karena di ujung usia Pak Raden, beliau masih memperjuangan 'intelectual property right'-nya bahwa Si Unyil adalah miliknya. Ini peristiwa yang memilukan," ujar Anang.

Politisi yang juga musisi ini juga menyebutkan hak cipta Pak Raden telah menjadi legenda bagi anak Indonesia. "Pak Raden meninggal dengan memiliki keyakinan tinggi bahwa kehidupan seni di negara ini bisa menjadi harapan kehidupan dan masa depan, tapi ternyata kenyataannya tidak sesuai," kata Anang.

Anang menegaskan peristiwa yang dialami Pak Raden dalam memperjuangkan hak cipta harus menjadi peristiwa terakhir bagi seniman di Tanah Air. Jika peristiwa yang dialami Pak Raden ini terus berulang akan berefek negatif bagi dunia seni di Indonesia.

"Kejadian yang dialami Pak Raden ini menunjukan tidak ada proteksi dari negara terhadap 'intelectual property right' seniman," kata Anang.

Karena itu, Anang meminta pemerintah serius melakukan sosialisasi dan menegakkan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Dia meminta Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Hukum dan HAM serta lembaga-lembaga terkait seperti PPFN, Lokananta, Perpusatakaan Nasional peduli dan serius mengurus hak kekayaan intelektual.

"Negara harus menginventaris hak kekayaan intelektual (property right) dengan mengimbau masyarakat dan pelaku seni untuk diinventaris, supaya diurus royalti agar bermanfaat untuk anak cucunya," kata Anang.

Anang menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Pak Raden. Dia mengaku di masa kecilnya, selalu menonton tayangan Si Unyil yang melegenda itu.

Bagi Anang, Si Unyil telah mengajarkan nilai-nilai Pancasila bagi anak-anak Indonesia seperti sikap persahabatan, gotong-royong serta sikap santun kepada sesama.

"Tapi saat ini, tokoh anak-anak justru berasal dari negeri seberang. Padahal, nusantara sejak abad ke-7 telah menelorkan karya monumental berupa Candi Borobudur," kata Anang.

Pak Raden dengan nama asli Suyadi meninggal dunia pada Jumat sekitar pukul 22.20 WIB di Rumah Sakit Pelni dan disemayamkan di kediaman Jalan Petamburan, Jakarta.

Suyadi yang lahir di Jember, Provinsi Jawa Timur, meninggal dunia pada usia 82 tahun.

Pak Raden, tokoh dalam serial boneka Si Unyil ditayangkan di TVRI pada era 1980-an. Sudah sejak Sekolah Dasar dia tertarik dengan dunia menggambar.

Ketertarikannya itu dimulai ketika ia melihat gambar-gambar dibuku pelajaran membaca. Tahun 1940-an, ia bersekolah di ELS (Europese Lagere School), sekolah yang sebenarnya hanya untuk kulit putih. Tetapi orang tuanya, Subekti Wirjokoesoemo, seorang Patih di Surabaya, Jawa Timur, tidak membolehkannya belajar menggambar.

Masa kecilnya dihabiskan dengan bersekolah di ELS (Europese Lagere School), setingkat SD yang khusus ditujukan untuk anak kulit putih dan pribumi dari golongan tertentu. Meneruskan sekolahnya di SMP lalu VHO (Voorbereindend Hoger Onderwijs), Geneskundige Hoge School (sekarang SMA 2), Surabaya, Jawa Timur.

Pak Raden kemudian meneruskan kuliah di ITB jurusan seni rupa (1952). Setelah lulus kuliah pada tahun 1961-1964 ia berangkat ke Paris, Prancis, untuk mengikuti sebuah program beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Prancis.

Di Paris, ia bekerja sebagai tenaga animator di Les Cineast Associest dan pelukis animasi Les Film Martin Boschet. Ia kemudian memilih keluar dari pekerjaannya dan memutuskan bekerja penuh sebagai seniman perupa. Persisnya, ilustrator atau seni rupa aplikasi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

×