Ashanty Kampanye Hukuman Mati kepada Pembunuh Yuyun

Tomi Tresnady

Selasa, 03 Mei 2016 | 14:28 WIB
Ashanty Kampanye Hukuman Mati kepada Pembunuh Yuyun
Penyanyi Ashanty. [Suara.com/Nanda]

Suara.com - Penyanyi Ashanty Siddik Hasnoputro Hermansyah menyesalkan 14 pelaku pemerkosa siswi SMP, Yuyun (14) hanya dikenakan pasal Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Istri dari Anang Hermansyah itu melayangkan protes melalui akun Twitternya. Ashanty membandingkan para pemerkosa itu dengan bandar narkoba yang divonis hukuman mati.

"Masa cuma bandar narkoba yang dihukum mati, pls lah pembuhan keji dan pemerkosaan pada anak terutama itu lebih biadab," tulisnya diakhiri emoji orang menangis, pada lima jam lalu.

Perempuan yang tengah hamil anak kedua ini juga ikut mengkampanyekan hukuman mati kepada 14 pelaku di Instagram dengan mengunggah gambar seorang perempuan memegang kembang api dan disertai tulisan Saya Bersama Yuyun #nyalauntukyuyun.

"Di saat kita merayakan #hardiknas, ada anak usia 14 tahun yang dirampas masa depan dan hidupnya. Diperkosa 14 orang dan dibunuh!," begitu penjelasan ibu dari Arsy ini.

Dia lalu menambahkan dengan penjelasan:

"Yuyun, anak SMP 14 tahun meninggal diperkosa 14 laki-laki di perjalanan pulang sekolah hanya karena mereka mabuk dan ingin. 14 laki-laki ini hanya terancam hukuman 15 tahun penjara, and they'll be released from jail in their 30s.

"Bila kamu merasakan perih yang kami rasakan, artinya kamu masih manusia yang masih punya nurani. Apa yang terjadi pada Yuyun bisa terjadi pada semua perempuan. Jangan biarkan berita ini tenggelam.  Say it loud and clear: sexual violence must end right now!"

Namun, tampaknya hukuman mati sulit dilakukan untuk semua tersangka karena lima dari 14 pelaku masih berusia di bawah umur. Walaupun pelaku anak-anak sudah disidang, dua pelaku lainnya masih buron.

Yuyun sendiri diperkosa 14 orang yang tengah mabuk tuak pada tanggal 2 April 2016 di Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Usai diperkosa, korban dicekik hingga tewas dan jenazahnya dibuang ke kebun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Krisdayanti Prediksi Anak Kedua Ashanty Lelaki

Krisdayanti Prediksi Anak Kedua Ashanty Lelaki

Entertainment | Minggu, 27 Maret 2016 | 11:13 WIB

Aurel Ingin Ashanty Lahirkan Bayi Kembar

Aurel Ingin Ashanty Lahirkan Bayi Kembar

Entertainment | Sabtu, 12 Maret 2016 | 10:10 WIB

Aurel dan Azriel Kecewa Ashanty Hamil Lagi

Aurel dan Azriel Kecewa Ashanty Hamil Lagi

Entertainment | Jum'at, 11 Maret 2016 | 09:10 WIB

Tampil di Catwalk, Ashanty Pakai Rancangan Oki Setiana Dewi

Tampil di Catwalk, Ashanty Pakai Rancangan Oki Setiana Dewi

Entertainment | Jum'at, 11 Maret 2016 | 08:24 WIB

Gara-gara Lupa Bawa Pil KB, Ashanty 'Kebobolan'

Gara-gara Lupa Bawa Pil KB, Ashanty 'Kebobolan'

Entertainment | Jum'at, 11 Maret 2016 | 07:59 WIB

Terkini

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:09 WIB

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

×