Kekuatan Orang Menahan Godaan Diuji Lewat Makanan

Minggu, 09 Juli 2017 | 22:24 WIB
Kekuatan Orang Menahan Godaan Diuji Lewat Makanan
Seorang lelaki bingung antara memilih makanan sehat dan tidak sehat. [shutterstock]

Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa banyak orang memilih makanan tidak sehat daripada makanan sehat secara bersamaan. Hal itu karena orang tersebut memiliki kontrol diri lebih rendah untuk menahan godaan.

Periset dari Ohio State University di Columbus, AS menyaksikan secara bersamaan ketika orang mengungkapkan perjuangan mereka sulit memilih kebaikan untuk jangka panjang daripada godaan jangka pendek.

Tapi, bagi mereka yang memiliki kontrol diri lebih tinggi, jalan menuju makanan sehat akan lebih kuat menunjukkan mereka kurang alami konflik dalam diri .

"Gerakan tangan kita mengungkapkan proses penguasaan diri," kata rekan penulis studi, Paul Stillman.

"Anda bisa melihat perjuangan seperti yang terjadi. Bagi mereka yang memiliki kontrol diri rendah, godaan sebenarnya menarik tangan mereka lebih mendekati pilihan yang kurang sehat," Stillman menambahkan.

Penelitian ini melibatkan 81 mahasiswa yang membuat 100 keputusan yang melibatkan pilihan makanan sehat versus makanan tidak sehat.

Di setiap percobaan, mereka mengklik tombol "Start" di bagian bawah layar. Begitu mereka melakukannya, dua gambar muncul di sudut kiri atas dan kanan atas layar, satu makanan sehat (seperti kubis Brussel) dan yang lainnya tidak sehat (seperti brownies).

Orang yang memindahkan kursor lebih dekat ke makanan yang tidak sehat (bahkan ketika mereka akhirnya membuat pilihan yang sehat) kemudian menunjukkan kontrol diri yang kurang dari pada mereka yang langsung menuju makanan ringan yang sehat.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang memilih permen pada akhir percobaan adalah mereka yang memiliki kontrol diri lebih rendah.

Baca Juga: Tantri Ingatkan Cella Soal Godaan Mantan Jelang Menikah

"Semakin mereka ditarik ke arah godaan di layar komputer, semakin mereka benar-benar memilih godaan dan gagal mengendalikan diri," Stillman mencatat.

Mereka yang memiliki kontrol diri lebih rendah yang jelas berbeda dari mereka yang memiliki kontrol diri lebih tinggi, menunjukkan perbedaan dalam bagaimana mereka menangani keputusan tersebut.

"Metrik pelacakan mouse ini bisa menjadi alat baru yang ampuh untuk menyelidiki konflik real-time ketika orang harus membuat keputusan terkait pengendalian diri," katanya.

Temuan ini juga menawarkan bukti baru dalam sebuah perdebatan tentang bagaimana pengambilan keputusan dalam situasi pengendalian diri terungkap, kata Stillman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI