Widi Mulia Jadi Nenek Keriput di Sumur Tanpa Dasar

Ferry Noviandi
Widi Mulia Jadi Nenek Keriput di Sumur Tanpa Dasar
Widi Mulia (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Ikut latihan teater, Widi Mulia sempat dibaweli suami, Dwi Sasono.

Suara.com - Baru-baru ini, Widi Mulia diketahui mengikuti kelas teater Titimangsa yang didirikan oleh Happy Salma. Hasil belajar tiga bulan di kelas akting, Widi memerankan perempuan tua dalam pementasan teater semi dramatik bertajuk Sumur Tanpa Dasar.

"Jadi kami ikut kelas akting selama tiga bulan, tapi nggak ada rencana pementasan. Begitu sudah pada lulus kelas akting, akhirnya tiga bulan kemudian kami merencanakan bikin pementasan. Aku juga baru tahu ini dipentaskan," ujar Widi Mulia, saat ditemui usai pementasan teater Sumur Tanpa Dasar di kawasan Cikin, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Widi Wulia (Nadila Nurwijayantri/Suara.com)
Widi Wulia (Nadila Nurwijayantri/Suara.com)

Istri dari aktor Dwi Sasono ini mengaku sempat sulit membagi waktu. Setelah berdiskusi, akhirnya sang suami medukung. Widi Mulia bercerita bahwa sebelum menikah dirinya pernah beberapa kali bermain seni peran teater.

"Suamiku agak bawel soal waktu aja, karena aku banyak latihan. Tapi ketika dia tahu bahwa ini membahagiakan buat aku, jadinya dikasih," kata Widi Mulia.

Saat ditanya kesan akting dalam teater dibanding akting dalam film, Widi menjelaskan beberapa perbedaan yang sangat menonjol. Menurutnya, akting dalam teater harus dilebih-lebihkan, intonasi suara jelas lebih kuat dalam teater.

"Bedanya feel akting film sama akting teater tuh di suara. Teater harus dilebih-lebihkan. Kalau akting di kamera kan dekat sekali bahkan kalau kita terlalu berlebihan akan ketauan banget, sedangkan di panggung memang volumenya harus dibesarkan dalam hal nggak hanya suara tapi gerakannya juga," kata personel B3 ini.

Widi Mulia (Instagram)
Widi Mulia (Instagram)

Diketahui, pementasan Sumur Tanpa Dasar adalah pementasan angkatan pertama kelas akting Titimangsa yang didirikan sekaligus diproduseri oleh Happy Salma. Serta diprakarsai oleh beberapa orang yang berdedikasi dibidangnya, yaitu Arifin C Noer sebagai penulis naskah dan teaterawan Indonesia sekaligus penulis skenario terbaik dan Iswandi Pratama sebagai sutradara sekalgus pengajar kelas akting Titimangsa. (Nadila Nurwijayantri)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS