alexametrics

Detail Peran Vino G Bastian di Film Miracle In Cell No.7 Versi Indonesia

Sumarni | Yuliani
Detail Peran Vino G Bastian di Film Miracle In Cell No.7 Versi Indonesia
Vino G Bastian di perilisan trailer dan poster film biopik Chrisye di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). [suara.com/Puput Pandansari]

Film Miracle In Cell No.7 Korea Selatan kini diremake versi Indonesia.

Suara.com - Film box office Korea Selatan yang berjudul "Miracle In Cell No.7" akan dibuat versi Indonesianya. Vino G Bastian dan Graceilla Abigail pun didapuk memerakan tokoh ayah dan anak.

Di film aslinya, tokoh ayah dan anak perempuannya itu bernama Lee Yong-Go dan Ye-Sung. Sementara di versi Indonesia bernama Dodo Rozak dan Kartika.

Vino G Bastian akan memerankan tokoh Dodo yang merupakan penyandang intelektual disabilitas dan autism. Ia pun menjadi pedagang balon untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga: Miracle in Cell No 7 Ada Versi Indonesia, Ini Bedanya dengan yang Asli

"Jadi Dodo Rozak, dia tukang balon di sana dan dia itu penyandang intelektual disabilitas," kata Vino G Bastian dalam jumpa pers online, Senin (11/5/2020).

Foto adegan film Miracle in Cell No 7 versi Indonesia [Falcon Pictures]
Foto adegan film Miracle in Cell No 7 versi Indonesia [Falcon Pictures]

Sementara itu, Graceilla Abigail akan menjadi Kartika kecil. Kemudian, Mawar De Jongh yang menjadi Kartika dewasa.

"Aku jadi kartika kecil, dipanggilnya Ika," ucap Gracellia Abigail.

Vino G Bastian dan Gracellia Abigail menceritakan bagaimana keduanya beradu akting sebagai ayah dan anak dalam film tersebut. Kartika sendiri mengaku kesulitan di film.

"Aktingnya lumayan susah, karena Kartika harus datang latihan setiap hari dan kalau break nggak lama. Tapi seru sama papa Dodo," ucap Gracellia Abigail.

Baca Juga: Vino G Bastian Beban Bintangi Miracle in Cell No 7 Versi Indonesia

"Di sini Ika yang harus ngelead papah Dodo yaa? Jadi uniknya film ini tuh papahnya kan intelektual disabilitas jadi yang nge-lead anaknya," jelas Vino G Bastian.

Komentar