Puaskan Penggemar, Joko in Berlin Rilis Video Lirik Lagu "Misanthropy"

Ferry Noviandi
Puaskan Penggemar, Joko in Berlin Rilis Video Lirik Lagu "Misanthropy"
Joko in Berlin [dokumentasi pribadi]

Video lirik "Misanthropy" dari Joko in Berlin telah ditonton lebih dari 4,5 ribu kali dan mendapat banyak komentar positif.

Suara.com - Band Joko in Berlin baru saja merilis single terbaru berjudul "Misanthropy". Untuk memuaskan para penggemar, band yang beranggotakan Mellita Sarah (vokal), Fran Rabit (bass), Popo Fauza (keyboard), dan Marlond Telvord (drum) ini juga meluncurkan video lirik "Misanthropy" di Youtube.

Sebenarnya, merilis video lirik bukan kebiasaan band pengusung genre dream pop indie ini. Namun langkah ini diambil salah satu tujuannya untuk memuaskan para penggemar.

Joko in Berlin [dokumentasi pribadi]
Joko in Berlin [dokumentasi pribadi]

"Dengan adanya video lirik ini, para penggemar bisa lebih memahami makna lagu 'Misanthropy' dan juga sing along di manapun dan dalam kondisi apapun. Karena lagu ini memang didedikasikan bagi mereka membutuhkan energi tambahan di masa-masa seperti sekarang," ujar Popo Fauza kepada wartawan di baru-baru ini.

Video lirik "Misanthropy" menampilkan visual dua sisi jendela kaca yang dikemas secara sederhana namun sarat makna. Di mana satu sisi terpampang sang vokalis, Mellita berdiri termangu menempelkan sebelah tangannya ke kaca. Sementara sisi lainnya menampilkan lirik "Misanthropy" dengan gaya font tulisan tangan yang muncul bergantian mengikuti alunan musik.

Video lirik ini pun mendapat sambutan yang cukup baik dari para penggemar. Belum genap sebulan, video tersebut telah ditonton lebih dari 4,5 ribu kali dan mendapat banyak komentar positif.

Joko in Berlin [dokumentasi pribadi]
Joko in Berlin [dokumentasi pribadi]

Sementara lagu "Misanthropy" berkisah tentang kondisi seseorang yang memiliki jiwa introvert dan ingin jauh dari keramaian dunia. Kata Misanthropy memiliki filosofi mendalam, yang diambil dari Bahasa Yunani, yang berarti kebencian pada dunia.

"Lagu 'Misanthropy' menceritakan bahwa setiap orang punya sisi yang ingin mengunci diri dari dunia, bisa dibilang seperti introvert. Dan ternyata lagu ini cukup relate dengan kondisi sekarang yang sedang dilanda pandemi dimana banyak orang lebih memilih untuk tinggal di rumah dari pada keluar," ungkap Fran Rabit.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS