Sebelum Terkenal, Tora Sudiro Nyaris Jadi Kru Band Padi

Sumarni | Evi Ariska
Sebelum Terkenal, Tora Sudiro Nyaris Jadi Kru Band Padi
Padi Reborn [dokumentasi pribadi]

Tora Sudiro sempat sekolah mengambil jurusan sound engineer.

Suara.com - Sebelum menjadi populer seperti sekarang, Tora Sudiro rupanya sempat ditawari menjadi Sound Engineer untuk band Padi. Namun dia tolak mentah-mentah karena tidak percaya diri.

Awalnya Tora Sudiro mengisahkan latar belakang pendidikannya mengambil jurusan Sound Engineering di Australia kepada Gofar Hilman. Sayangnya ia tak menyelesaikan kuliah dan kembali ke Indonesia.

"Gue dulu sempat diajak jadi sound engineer Padi, keren nggak? Untung nggak gue ambil, kalau gue ambil, Padi jelek gara-gara gue (gimana) haha," ujar Tora Sudiro terkekeh di kanal YouTube Gofar Hilman, dikutip Suara.com Minggu (25/10/2020).

"Tahun berapa tuh om Tor? Ini Padi pas lagi yang pas 'Sobat' ya?" timpal Gofar Hilman.

Baca Juga: Cerita Tora Sudiro Berkali-kali Ciuman dengan Surya Saputra

Tora Sudiro [Suara.com/Evi Ariska]
Tora Sudiro [Suara.com/Evi Ariska]

Tawaran itu rupanya datang kepadanya saat Padi tengan naik daun. Meski memiliki latar belakang pendidikan Sound Engineer, ia tak percaya diri dan menolak tawaran emas tersebut.

"Pas lagi naik, iya mungkin iya. Gue pokoknya pas pulang (kuliah) 'Tor mau nggak ini (kerja) sound engineering, lo kan ngambil sound engineering nih megang ini ini gue ada band yang namanya Padi' saya takut hehe," terang Tora Sudiro.

"Takut mengecewakan akhirnya nggak berani gue ambil," sambungnya lagi.

Lebih lanjut suami Mieke Amalia ini menceritakan alasannya gagal lulus menjadi Sound Engineer. Dia tak suka pelajaran fisika dan matematika yang diketahui dasar jurusan tersebut.

"Yang bikin gue batal jadi sound engineer adalah pas tahun kedua gue sekolah sound engineer. Gue pulang. Sebenarnya sekolahnya cuma sembilan bulan tapi gue di sana tinggal tingga tahun dan nggak lulus," terangnya.

Baca Juga: Tora Sudiro dan Mieke Amalia Kumpul Kebo, Kiwil Nikah Lagi

Alasan lainnya, seorang laki-laki paru baya mengubah pandangan Tora Sudiro terhadap Sound Engineer. Sejak saat itu dia menutup cita-citanya menjadi Sound Enginerr.

Komentar