facebook

Raffi Ahmad Dinilai Cocok Jadi Capres Usungan PKS, Belum Resmi Kalau Bukan dari Majelis Syuro

Yazir Farouk | Bagaskara Isdiansyah
Raffi Ahmad Dinilai Cocok Jadi Capres Usungan PKS, Belum Resmi Kalau Bukan dari Majelis Syuro
Raffi Ahmad. [Instagram]

"Jadi mau gimick-gimick gimana itu biasa-biasa saja namanya dia dicalonkan," katanya soal nama Raffi Ahmad yang disebut Gubernur NTB.

Suara.com - Nama Raffi Ahmad yang disebut cocok jadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cukup bikin gaduh. Sebab orang yang mengungkap hal itu adalah Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulkieflimansyah yang juga Gubernur NTB.

Soal ini, Sekretaris Jenderal PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, akhirnya memberi respons. Dia mengatakan apa yang disampaikan Zulkieflimansyah bukan suara resmi PKS.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah sebut Raffi Ahmad cocok jadi kandidat presiden dalam pilpres 2024. [Foto : Instagram @zulkieflimansyah]
Gubernur NTB Zulkieflimansyah sebut Raffi Ahmad cocok jadi kandidat presiden dalam pilpres 2024. [Foto : Instagram @zulkieflimansyah]

"Jadi kalau menurut saya yang pertama kalau kepemimpinan untuk calon presiden siapa pun yang bicara masih belum dianggap resmi kalau bukan dari majelis syuro, itu saja," katanya dalam konferensi pers acara Milad ke-20 PKS di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (29/5/2022).

Kendati begitu, menurut Aboe, ucapan Zulkieflimansyah sah-sah saja, terlebih dalam situasi politik yang mulai menghangat ini.

Baca Juga: Ingin Pilpres 2024 Minimal Diikuti 3 Paslon, Ketum PAN Ajak PKS Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

"Jadi mau gimick-gimick gimana itu biasa-biasa saja namanya dia dicalonkan," kata Aboe.

Raffi Ahmad dan Gilang Dirga [Youtube/Ruang Interogasi]
Raffi Ahmad dan Gilang Dirga [Youtube/Ruang Interogasi]

Lebih lanjut, Aboe menegaskan, calon capres dan cawapres yang diusung PKS merupakan keputusan Majelis Syuro partai. Sehingga, jika keputusan itu belum ada, praktis nama yang keluar dari kader partai tak mewakili PKS.

"Yang resmi dari PKS itu kalau ada majelis syuro dan diputuskan hasil keputusan resminya itu nanti," katanya.

Sementara agenda Majelis Syuro PKS sendiri baru akan mulai pada Juni 2022 mendatantg. Agenda akan membahas bagaimana evaluasi partai.

Mimi Bayuh dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Instagram/@mimibayuh)
Mimi Bayuh dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Instagram/@mimibayuh)

"Insya Allah Juni maksud saya kita ada majelis syuro mengevaluasi, Desember juga ada evaluasi lagi," ujarnya.

Baca Juga: Gubernur NTB Sebut Raffi Ahmad Cocok Dicalonkan PKS di Pilpres, Sekjen PKS: Gimik, Biasa Aja

Nama Raffi Ahmad disebut Zulkieflimansyah dalam unggahannya di Instagram baru-baru ini. Diduga ide tersebut muncul saat kehadirannya pada rapat pembina kepala-kepala daerah PKS di Jakarta pada Sabtu (28/5/2022) dalam rangka milad partai yang ke 20.

"Sebagai Ketua DPP PKS yg bertanggungjawab terhadap pembinaan Kepala-kepala Daerah PKS, malam ini di Jakarta dalam rangka Milad PKS yg ke 20 Kami Kepala2 Daerah dari PKS ngumpul2 bahas Pilpres..," katanya.

"Negeri ini butuh cara berpikir baru. Karena tantangan ke depan benar-benar baru dan menantang. Ternyata dari ngomong-ngomong informal dgn Kepala-kepala Daerah PKS ini kalau ditanya siapa yang pantas dicalonkan PKS di Pilpres 2024 yang muncul bukanlah Anies Baswedan, Ganjar dan Prabowo tapi sosok muda seperti Raffi Ahmad...Menarik ini...," lanjutnya.

Komentar