- Seorang ayah menembak istri dan tiga anaknya di tengah turnamen hoki SMA di Rhode Island, Amerika Serikat.
- Insiden ini menyebabkan pelaku dan dua orang lainnya tewas, sementara tiga korban lainnya dalam kondisi kritis.
- Penembakan yang terekam siaran langsung ini diduga dipicu oleh perselisihan keluarga dan pelaku beraksi sendirian.
Suara.com - Seorang pria menembaki istri dan ketiga anaknya di tempat umum. Peristiwa mengerikan ini terjadi saat turnamen hoki SMA di Lycnh Arena, Pawtucket, Rhode Island, Amerika Serikat, Senin, 16 Februari 2026.
Berdasarkan laporan kepolisian, dua orang dinyatakan tewas, termasuk seorang anak perempuan. Sementara tiga korban lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Si ayah yang merupakan pelaku penembakan juga tewas di lokasi kejadian.
Momen mengerikan ini sempat terekam dalam siaran langsung pertandingan hoki saat itu. Begitu suara tembakan meletus, penonton dan pemain hokii tiarap.
Video perlihatkan para pemain di bangku cadangan berebut keluar dari area box. Bahkan beberapa di antaranya melepaskan sepatu roda mereka agar bisa berlari lebih cepat.
Pemain lain melompati pagar pembatas rink dan langsung menuju ruang ganti untuk berlindung.
Seorang saksi mata mengatakan ada seorang warga yang berada di lokasi sempat mencoba melumpuhkan pelaku. Namun, pelaku ternyata membawa senjata api cadangan.
Saksi lain menngungkap bahwa pelaku awalnya menembak istri dilanjutkan kepada ketiga anaknya. Kemudian, ia mengarahkan senjata api ke dirinya sendiri.
Dugaan Perselisihan Keluarga
Baca Juga: Viral Nasabah Susah Narik Uangnya di Tabungan, BCA Digital Buka Suara
Kepala Polisi Pawtucket, Tina Goncalves, mengonfirmasi kasus penembakan ini tengah diselidiki. Dugaan awal, insiden terjadi karena perselisihan keluarga.
"Satu korban, yang diyakini sebagai seorang gadis muda, ditemukan tewas di dalam arena bersama pelaku. Satu orang lainnya meninggal di rumah sakit, dan tiga korban lainnya masih dalam kondisi kritis," ujar Goncalves.
Kantor Walikota menyatakan bahwa polisi tidak sedang mencari tersangka tambahan karena pelaku beraksi sendirian.