Suara.com - Aktor Bryan Domani baru-baru ini mengungkapkan alasan menolak untuk ambil peran dalam film religius.
Dalam video singkat yang dibagikan akun @rumpi_gosip, aktor yang baru saja sukses bermain di film 172 Days tersebut mengungkapkan semenjak bermain di film bertema religius itu ia mendapat banyak sekali tawaran untuk berperan di film serupa.
Tapi, Bryan Domani terpaksa menolak beberapa diantaranya setelah merasa gelisah dan berkonsultasi dengan rekan-rekannya.
Ia mengaku ada beban tersendiri ketika berperan dalam film religi.
Ia mengaku takut image atau citra yang tergambar dari dirinya di film itu suatu ketika tak sesuai dengan realita kemudian justru jadi boomerang untuknya.
"Ada beban saat main film 172 Days setelah itu banyak banget tawaran film religius," ungkapnya seperti dikutip dari akun @rumpi_gosip, Minggu (5/5/2024).
Tapi gw ngga bisa ambil film yang bertema religius dulu karena saat itu mikir takutnya orang nanti ngejudge dari situ doang, gw juga mikir apakah ibadah yang selama ini gw jalanin itu emang sesuai niatnya cuma ibadah untuk Allah atau emang takut karena kena judge dari publik," jelasnya.
Lebih lanjut, aktor muda yang juga sempat terlibat dalam film Bumi Manusia itupun mengaku sebagai sosok yang banyak kekurangan tak seperti di film.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang suci.
"Padahal gw sebetulnya banyak kekurangan, takutnya suatu ketika kekuranganku terungkap lalu kena judge orang. Padahal come on man aku ngga suci-suci banget. Gw tu orangnya galak, ngambekan gw nih serem gitu," imbuhnya.
Pengakuan Bryan Domani itupun menuai tanggapan beragam netizen.
"Dia pacaran beda agama kan? Sulit mau jadi panutan kalo udah begini," kata verab.
"Mindsetnya bisa sewise itu ya bang Bryan Danamon ini," kata kantin.
"Panutan menyala abang Domani," kata nana.
"Dia dipuji karena rajin shalat sama netizen, bukankah shalat itu sebuah kewajiban kan. Apa seasing itu orang menunaikan shalat wajib di kalangan artis dan entertaiment jadi terlalu dielu-elukan banget. Kadang netizen juga lebay," kata aruna.