Suara.com - Yati Surachman menjadi salah satu bintang film legendaris. Karier yang dimulai sejak 1975, masih langgeng hingga saat ini.
Dari puluhan film yang dibintangi, ada satu judul yang meninggalkan kesan mendalam bagi Yati. Film itu Perawan Desa yang dirilis pada 1980.
Perawan Desa diangkat dari kisah nyata di Yogyakarta yang terjadi pada 1970. Film ini mengisahkan perempuan pedagang telur yang diperkosa oleh anak pejabat.
![Yati Surachman [Instagram/yatiesurachmanreal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/02/20/56194-yati-surachman-instagramyatiesurachmanreal.jpg)
"Peranku sebagai Sum Kuning, perempuan berusia 17 tahun yang diperkosa," kata Yati Surachman kepada Suara.com ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Yati Surachman awalnya terkejut mendengar bakal melakoni adegan tersebut.
"Saya tanya sutradara, ini gimana? Karena deg-degan juga. Tapi katanya, 'udah kamu tenang aja'," ujar Yati Surachman.
Rupanya adegan tersebut mengandalkan teknik pengambilan gambar. Hanya bagian tertentu yang disorot kamera.
"Itu secara teknis film seolah-olah bersentuhan, tapi (ternyata) enggak," terang artis 67 tahun tersebut.
![Yati Surachman [Instagram/yatiesurachmanreal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/02/20/62627-yati-surachman-instagramyatiesurachmanreal.jpg)
Sementara itu untuk si pria, proses syuting diambil di dalam mobil. Jika Yati Surachman diambil angle dari atas, maka untuk lelaki tersebut, sebaliknya.
"Jadi gini-gini (memperagakan adegan) tapi saya enggak di mobil," ujar Yati Surachman.
Karena adegan tersebut tidak melalui sentuhan, Yati Surachman bersyukur semua berjalan lancar dengan trik kamera.
Bahkan film ini mengantarkan Yati Surachman meraih Piala Asia Pasifik di tahun itu. "Puji Tuhan, Alhamdulillah. Aku juga baru tahu, oh kayak gini main film," tutur Yati.