Bikin Huru-Hara, Kiai Syarif Desak Penyebar Video Gus Miftah Olok-Olok Penjual Es Teh Tanggung Jawab

SumarniYuliani Suara.Com
Senin, 09 Desember 2024 | 09:54 WIB
Bikin Huru-Hara, Kiai Syarif Desak Penyebar Video Gus Miftah Olok-Olok Penjual Es Teh Tanggung Jawab
Potret Gus Miftah (Instagram)

Suara.com - Miftah Maulana Habiburrohman atau yang akrab disapa Gus Miftah, diserang habis-habisan oleh publik gara-gara video viralnya yang mencaci penjual es teh. Pendakwah Kiai Syarif Rahmat pun pasang badan untuk Gus Miftah.

Menurutnya, video Gus Miftah dan pedangang es teh viral itu diduga disertai narasi yang menggiring opini publik. Kemudian, video itu disebarkan ke media sosial oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Hal itu disampaikan pendakwah Kiai Syarif Rahmat. Ia merasa geram lantaran video tersebut membuat Gus Miftah menjadi bulan-bulanan warganet hingga akhirnya membuat Gus Miftah mengundurkan diri dari jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. 

"Cari siapa pembuat, pengedit video pertama. Telusuri sampai ketemu siapa yang memesan ini," kata Kiai Syarif Rahmat dikutip dari TikTok @indonesiaashop2024, Senin (9/12/2024).

Kiai Syarif Rahmat mengatakan, tidak ada yang salah dalam video itu. Kiai Syarif juga menyebut bahwa penjual es sebenarnya sudah sering mengikuti pengajian Gus Miftah kemana-mana.

“Tidak ada yang salah dalam masalah ini, si tukang minuman sudah biasa, dia juga ikut senyum, semua ikut tertawa," imbuhnya.

Menurutnya, penjual es teh itu tidak tersinggung dengan ucapan Gus Miftah. Sebab, penjual tersebut juga sudah mengenal Gus Miftah dan paham bercandaannya.

"Dan sebenarnya, si penjual es juga tidak tersinggung dengan ucapan Gus Miftah," kata  Kiai Syarif Rahmat lagi.

Menurut Kiai Syarif, tidak cukup Gus Miftah yang diserang habis-habisan oleh orang-orang yang memang berniat untuk menjelek-jelekkan Gus Miftah. Padahal, banyak pembenci Gus Miftah yang hanya ikut-ikutan.

Baca Juga: Habib Zaidan Akui Gus Miftah Sering Ngomong Kasar ke Pedagang Kecil, Heran Kenapa Baru Viral Sekarang

"Maka kita harus jujur sekarang, tidak cukup Gus Miftah yang diserang habis-habisan oleh orang yang, satu memang niat dari awalnya, yang kedua orang-orang yang tidak pernah berpikir tapi ikut-ikutan marah," tuturnya.

“Padahal orang-orang itu tidak mengetahui dan tidak ada di sana. Sekarang, telusuri siapa yang mengedit, yang menyebar dan memesan, ini kalau kita mau adil toh," pintanya menambahkan.

Unggahan video ini lantas mendapatkan pro kontra dari warganet. Sebagian menyetujui pendapat Kiai Syarif yang menanggapi video viral Gus Miftah, namun ada juga yang menduga Kiai Syarif sealiran dengan Miftah.

"Justru itu yang membuat video harus diapresiasi, bahkan dikasih medali, berkat video ini kita bisa liat tabiat asli Miftah," komentar @put***.

"Mbah, sejak awal juga nggak ada yang nyalahin Gus Miftah ini bukan masalah salah dan benar tapi soal etika dan adab," balas @uzu***.

"Sesama gondrong saling membela," imbuh @tik***.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI