Kritik Pedas Joko Anwar terhadap Cara Polisi Bungkam Band Sukatani

Ferry Noviandi, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 22 Februari 2025 | 16:40 WIB
Kritik Pedas Joko Anwar terhadap Cara Polisi Bungkam Band Sukatani
Joko Anwar. [Suara.com/Rena Pangesti]

Suara.com - Cara polisi membungkam kritik terhadap lagu "Bayar Bayar Bayar" milik band Sukatani masih menuai sorotan. Banyak sesama pekerja seni yang ikut buka suara mengomentari upaya pembungkaman itu.

Kekinian, Joko Anwar yang dikenal kritis menyikapi isu-isu sosial turut memberikan pendapatnya. Sang sutradara tegas menyebut polisi melakukan blunder.

"Mereka telah bikin salah besar," tulis Joko Anwar di X, Jumat (21/2/2025).

Twit Joko Anwar terkait sikap polisi yang membungkam karya seni dari band punk Sukatani. [Twitter]
Twit Joko Anwar terkait sikap polisi yang membungkam karya seni dari band punk Sukatani. [Twitter]

Alih-alih meredam kritik, masyarakat malah jadi punya media perlawanan baru terhadap praktek kezaliman penguasa lewat lagu "Bayar Bayar Bayar". Joko Anwar percaya, publik tidak akan diam membiarkan tindakan-tindakan semacam itu terjadi.

"Mereka telah membuat kita punya anthem perlawanan!," seru Joko Anwar.

Banyak yang setuju dengan pendapat Joko Anwar. Secara tidak langsung, malah polisi sendiri yang mempopulerkan lagu sarat kritik untuk instansi mereka.

"Benar banget. Gue tadinya enggak tahu lagu ini, karena video permintaan maafnya viral, akhirnya jadi tahu lagunya," kata akun @kang_ba***.

"Sukatani nge-endorse polisi. Banyak yang enggak tahu lagu mereka, sekarang jadi tahu. S3 marketing, mantap Sukatani," komentar akun @boojho***.

Ada juga yang meyakini gerakan revolusi akan terjadi di masyarakat setelah dua kali menyaksikan upaya pembungkaman terhadap kritik sejak akhir 2024 lalu.

baca juga

"Cepat atau lambat, revolusi akan dimulai kembali. Menunggu gerakan buruh dan rakyat. Bisa jadi, 98 akan terulang kembali," imbuh akun @DavidA***.

Ilustrasi Band Punk Sukatani. [Suara.com/Iqbal Assaputro]
Ilustrasi Band Punk Sukatani. [Suara.com/Iqbal Assaputro]

Sukatani mendapat sorotan tajam usai meminta maaf ke Polri buntut lagu Bayar, Bayar, Bayar yang menyinggung praktek pungli oleh beberapa anggotanya. Tak berhenti di situ, mereka juga memutuskan menarik lagu viral itu dari platform musik digital.

Diduga, Sukatani mendapat tekanan dari pihak tertentu sebelum menyampaikan permintaan maaf dan menarik karya mereka dari peredaran. Hal itu membuat masyarakat marah dan menuding polisi sebagai biang pembungkaman kritik lewat karya seni.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pribadi sebenarnya tidak mempermasalahkan kritik yang Sukatani sampaikan lewat karya mereka. Malahan menurut Listyo, keresahan semacam itu bisa jadi acuan Polri untuk berkembang jadi institusi yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Sebut Sukatani Tak Perlu Minta Maaf: Menciptakan Lagu Kritik adalah HAM

Mahfud MD Sebut Sukatani Tak Perlu Minta Maaf: Menciptakan Lagu Kritik adalah HAM

Entertainment | Sabtu, 22 Februari 2025 | 14:40 WIB

Sukatani dan Streisand Effect, dari Kontroversi Malah Jadi Makin Populer

Sukatani dan Streisand Effect, dari Kontroversi Malah Jadi Makin Populer

Entertainment | Sabtu, 22 Februari 2025 | 10:40 WIB

Kemarin Lukisan Yos Suprapto Kini Lagu Sukatani Dibredel, DKJ: Ada Upaya Sistematis

Kemarin Lukisan Yos Suprapto Kini Lagu Sukatani Dibredel, DKJ: Ada Upaya Sistematis

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 20:52 WIB

Netizen Ngeluh Template Dukung Sukatani di Story Instagram Mendadak Hilang, Siapa Dalangnya?

Netizen Ngeluh Template Dukung Sukatani di Story Instagram Mendadak Hilang, Siapa Dalangnya?

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 21:16 WIB

Yudha Keling Soal Lagu Polisi yang Baik Hati Milik Slank: Lirik Dapat dari Mimpi

Yudha Keling Soal Lagu Polisi yang Baik Hati Milik Slank: Lirik Dapat dari Mimpi

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 20:40 WIB

Rencana Manggung Sukatani pada 22 Februari Diduga Dicekal, Warganet: Bayar Polisi Dulu

Rencana Manggung Sukatani pada 22 Februari Diduga Dicekal, Warganet: Bayar Polisi Dulu

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×