Suara.com - Anak bungsu almarhum Ray Sahetapy, Raya Sahetapy mengungkap kondisi kakaknya, Surya Sahetapy saat mendengar kabar sang ayah meninggal dunia.
Surya Sahetapy yang saat ini menetap di Amerika Serikat diberi kabar melalui video call. Seketika, Surya langsung menangis bersama adiknya.
Hal ini disampaikan Raya Sahetapy saat ditemui di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat tempat jenazah Ray Sahetapy disemayamkan pada Kamis (3/4/2025) malam.
"Sudah pasti (sedih) ya, di mana kehilangan orangtua pasti sedih. Sama Kak Surya kemarin sih kami nangis bareng di video call," kata Raya Sahetapy kepada wartawan.
Tak pikir panjang, Surya Sahetapy langsung memesan tiket pesawat ke Indonesia. Anak ketiga Ray Sahetapy dan Dewi Yull tersebut baru dapat jadwal terbang pada Kamis pukul lima Subuh.
Surya Sahetapy pulang ke Indonesia meskipun Amerika Serikat tengah dalam kondisi berisiko bagi imigran.
"Jadi pas dengar kabar, Kak Surya langsung beli tiket ke Jakarta pukul 05.00 pagi," ujar Raya.
"Sebenarnya agak riskan karena Amerika kan ganti presiden, lagi susah buat imigran ya. Kak Surya melawan risiko itu, pulang demi melihat ayah untuk terakhir kalinya," ucapnya menyambung.
Meskipun pemakaman terpaksa ditunda lantaran menunggu kepulangan Surya Sahetapy, namun seluruh keluarga tak menyesali hal tersebut.
Khususnya bagi Raya Sahetapy. Menurutnya, semua yang terjadi merupakan yang terbaik.
"Enggak ada yang disesali sih menurut saya dan juga enggak ada yang berharap ayah kembali secepat itu kan," tuturnya.
"Ini masalah timing-nya aja, Kak Surya lagi di sana. Jadi enggak ada yang perlu disesali dan memang sudah jalannya seperti ini kan," imbuh Raya.
Sebelumnya, Raya juga mengunkap kalau sang ibu, Dewi Yull akan menghadiri acara pemakaman Ray Sahetapy yang dilakukan siang ini di TPU Tanah Kusir, usai ba'da Jumat.
Sebagaimana diketahui, Ray Sahetapy meninggal dunia di usia 68 tahun pada Selasa (1/4/2025) sekira pukul 21.04 WIB. Sang aktor berpulang saat tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Bintang film The Raid tersebut meninggal dunia usai berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya.
Sejak 2017 lalu dia terkena diabetes, lalu di tahun 2023 mengalami serangan stroke. Sebelum meninggal, Ray Sahetapy sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama satu bulan.
Ray Sahetapy disemayamkan di rumah duka sejak Selasa. Hari ini, Jumat (4/4/2025) jenazah sang aktor akan disalatkan di Masjid Istiqlal lalu dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Ray Sahetapy menjadi salah satu aktor yang cukup panjang perjalanan kariernya di dunia film Indonesia. Dia memulai kariernya lewat film Gadis, bersama Dewi Yull yang kemudian menjadi istrinya.
Seperti yang disebut Deddy Mizwar, Ray Sahetapy tidak saja membintangi film-film besar, tapi juga film kecil seperti genre komedi seperti dalam film Kanan Kiri OK bersama Ida Iasha, Curi-Curi Kesempatan bersama Nurul Arifin dan lainnya.
Di kondisi film Nasional bangkita pada awal tahun 2000, Ray Sahetapy tetap dipercaya sejumlah sutradara untuk membintangi sejumlah film. Kemampuan aktingnya kembali dipuji setelah membintangi film The Raid 2.
Ray Sahetapy sebenarnya tembus internasional setelah membintangi film Captain America: Civil War (2016). Namun sayangnya, adegan Ray untuk film ini dihapus atas berbagai pertimbangan.
Belakangan, video adegan Ray Sahetapy membintangi film Captain America: Civil War muncul di YouTube.