Viral Nangis Saat Jadi Presenter, Githa Nila Maharkesri Klarifikasi Bukan Karena Dipecat

Sumarni

Minggu, 04 Mei 2025 | 11:21 WIB
Viral Nangis Saat Jadi Presenter, Githa Nila Maharkesri Klarifikasi Bukan Karena Dipecat
Githa Nila Maharkesri [Instagram]

Suara.com - Githa Nila Maharkesri akhirnya buka suara terkait videonya sebagai presenter "Kompas Sport Pagi" jadi viral di media sosial.

Video viral tersebut mengabadikan momen Githa mengakhiri acara yang telah berjalan selama 12 tahun itu.

"Tak terasa inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun," ujar Githa Nila Maharkesri ketika berpamitan dengan pemirsa Kompas TV.

"Kami hadir menemani Anda dengan berbagai macam berita olahraga, baik dari dalam maupun luar negeri, serta kabar inspiratif dari atlet kebanggaan Indonesia dan dunia," lanjut Githa.

Kesedihan yang tak terbendung membuat Githa berpamitan sambil beruraian air mata.

"Kami bangga pernah jadi bagian dari rutinitas Anda. Keep sporty dan stay healthy," tutup Githa yang tak lagi kuasa menahan tangis.

Melalui Instagram Story, Githa Nila Maharkesri mengungkap rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan untuknya.

"Dear teman-teman terkasih. Terima kasih banyak untuk segala dukungan dan kekuatan untuk saya," tulis Githa Nila Maharkesri pada Sabtu, 3 Mei 2025.

"Untuk setiap telepon dan pesan hangat untuk saya. Mohon maaf saya belum sempat membalasnya satu per satu. Nanti segera saya balas, ya," sambungnya.

baca juga

Dalam kesempatan tersebut, Githa Nila Maharkesri sekaligus mengklarifikasi bahwa dirinya tidak termasuk karyawan-karyawan Kompas TV yang terdampak badai layoff.

"Atas banyaknya video di media sosial yang menarasikan bahwa saya terkena layoff, itu tidak benar, saya masih menjadi bagian dari KompasTV," tegas Githa.

Karena banyak yang mengira Githa Nila Maharkesri dipecat, tak sedikit informasi lowongan pekerjaan yang diterimanya.

"Terima kasih kepada orang-orang yang sudah peduli, bahkan memberi saya lowongan pekerjaan. Terima kasih banyak," pungkasnya.

Alasan Githa Nila Maharkesri Menangis

Instagram Story Githa Nila Maharkesri
Instagram Story Githa Nila Maharkesri

Pada hari yang sama, Githa Nila Maharkesri menjelaskan alasannya menangis di siaran terakhir "Kompas Sport Pagi".

Perjalanan bersama "Kompas Sport Pagi" selama 12 tahun tentu bukan hal yang mudah dilepaskan seorang Githa Nila Maharkesri.

"Sejak saya diberi kesempatan jadi presenter, saya dipercaya jadi bagian dari Kompas Sport, program ini, terlebih Kompas Sport Pagi, tempat saya belajar," jelas Githa.

"Meski banyak kurangnya, saya amat diterima dengan baik di sini. Ketika mesti berakhir, berat hati saya melepaskannya," lanjutnya.

Kendati begitu, program olahraga Kompas TV masih ada walau "Kompas Sport Pagi" harus berakhir.

"Tapi, teman-teman masih bisa nonton berita olahraga di segmen sport program Kompas TV lainnya. Kompas Sport Weekend pun ada. Sekali lagi, terima kasih banyak, ya," ujar Githa.

Badai Layoff Kompas TV

Kabar layoff di Kompas TV belakangan sedang ramai diperbincangkan, terutama setelah video Githa Nila Maharkesri menangis viral.

Kompas TV mengambil langkah layoff sebagai bagian dari langkah efisiensi dan restrukturisasi internal perusahaan.

Selain itu, meningkatnya konsumsi pengguna media sosial seperti YouTube dan TikTok membuat media konvesional menghadapi tantangan berat.

Tekanan finansial akibat penurunan pendapatan iklan yang menjadi tulang punggung mendesak Kompas TV melakukan layoff terhadap ratusan karyawannya.

Profil Singkat Githa Nila Maharkesri

Githa Nila Maharkesri merupakan alumni STMIK WIDURI Jakarta jurusan Teknologi Informasi tahun 2006-2011.

Setelah lulus kuliah, Githa bekerja sebagai Redaktur Tabloid FEMME selama tiga tahun sebelum akhirnya diterima di Kompas TV.

Githa Nila Maharkesri mulai berkerja di Kompas TV sejak 2013 sebagai presenter sekaligus produser "Kompas Sport Pagi".

Selama 12 tahun terakhir bekerja di Kompas TV, Githa sempat menjadi Indepth Journalist (2017-2020) dan produser acara "Berkas Kompas" sejak Januari 2021.

Pada 2022, Githa mengikuti Pelatihan Jurnalisme di Forum Jurnalis Perempuan Indonesia.

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Litbang Kompas: Citra dan Kepuasan Publik ke PDIP Terendah, Gerindra Tertinggi

Survei Litbang Kompas: Citra dan Kepuasan Publik ke PDIP Terendah, Gerindra Tertinggi

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 18:48 WIB

Survei Membuktikan Pemilih PKS-PDIP Paling Tinggi Tak Yakin dengan Kinerja Pemerintah Prabowo-Gibran

Survei Membuktikan Pemilih PKS-PDIP Paling Tinggi Tak Yakin dengan Kinerja Pemerintah Prabowo-Gibran

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 18:28 WIB

Survei Litbang Kompas: Pemilih PAN-Golkar Puas, PDIP-PKS Paling Kritis ke Prabowo-Gibran

Survei Litbang Kompas: Pemilih PAN-Golkar Puas, PDIP-PKS Paling Kritis ke Prabowo-Gibran

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 18:12 WIB

Survei Indikator: 79,3 Persen Puas dengan Kinerja Prabowo di 100 Hari Pertamanya

Survei Indikator: 79,3 Persen Puas dengan Kinerja Prabowo di 100 Hari Pertamanya

News | Senin, 27 Januari 2025 | 14:52 WIB

Bikin Kepuasan Publik Tinggi, Program Serba Gratis Dikhawatirkan Cuma Gimik Awal Prabowo-Gibran

Bikin Kepuasan Publik Tinggi, Program Serba Gratis Dikhawatirkan Cuma Gimik Awal Prabowo-Gibran

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 18:51 WIB

Jaga Kepuasan Publik, Dasco Minta Pemerintah Tak Kendor Realisasikan Janji Kampanye 100 Hari

Jaga Kepuasan Publik, Dasco Minta Pemerintah Tak Kendor Realisasikan Janji Kampanye 100 Hari

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 02:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×