Fiersa Besari Bahas Polemik Booking Lahan Camping, Singgung Etika di Gunung

Kamis, 05 Juni 2025 | 15:27 WIB
Fiersa Besari Bahas Polemik Booking Lahan Camping, Singgung Etika di Gunung
Fiersa Besari angkat Bicara soal Polemik Boking Lahan Camping di Gunung (Instagram/fiersabesari)

Suara.com - Penyanyi dan pendaki gunung Fiersa Besari akhirnya angkat bicara soal polemik pemesanan atau booking lahan camping di gunung yang ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Isu ini mencuat setelah beredar sebuah video viral yang memperlihatkan sekelompok pendaki diusir dari lokasi tenda mereka karena lahan tersebut diklaim sudah dipesan oleh rombongan peserta open trip.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Fiersa Besari memberikan pandangannya sebagai seseorang yang juga aktif mendaki gunung dan kerap berbagi pengalaman di alam bebas.

Ia menyampaikan pendapatnya dengan nada tenang namun tegas.

“Saya baru baca-baca soal booking lahan di gunung. Izin menanggapi, tapi dari kapasitas saya aja ya,” ujar Fiersa membuka videonya.

Pria yang belum lama ini berhasil menjelajahi puncak Carstensz Pyramid itu menjelaskan bahwa dalam sistem open trip, memang sudah menjadi kebiasaan bagi porter atau kru perjalanan untuk naik lebih dulu ke area campground dan mendirikan tenda bagi para peserta.

Hal ini dianggap sebagai bagian dari pelayanan yang disediakan oleh penyelenggara perjalanan.

Potret Fiersa Besari (Instagram/fiersabesari)
Fiersa Besari Bicara Polemik Booking Lahan Camping, Bicara Soal Etika di Gunung (Instagram/fiersabesari)

"Jadi setahu saya memang banyak open trip yang porter-nya jalan duluan sampai ke campground, terus mendirikan tenda-tenda untuk peserta trip-nya. Itu bisa dimaklumi," terangnya.

Namun, Fiersa menyayangkan jika praktik tersebut dilakukan secara berlebihan, apalagi sampai menyebabkan konflik dengan pendaki mandiri yang sudah lebih dulu tiba dan mendirikan tenda di lokasi yang sama.

Baca Juga: Istri Fiersa Besari Operasi Impaksi Gigi, Disuruh Gunakan Asuransi Malah Pilih BPSJ, Kok Bisa?

Menurutnya, tindakan mengusir pendaki lain dari lahan yang bukan milik pribadi adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan.

"Kalau saya baca, masalahnya adalah ada pendaki mandiri yang sudah mendirikan tenda, tapi diusir karena lahannya dianggap milik peserta open trip. Nah itu yang menurut saya enggak etis," ujar Fiersa.

Ia menegaskan bahwa tindakan mengusir orang dari tempat berteduh di gunung berpotensi membahayakan keselamatan.

Gunung adalah tempat dengan cuaca ekstrem, dan setiap pendaki berhak atas tempat berlindung.

"Kalau menurut Misbah, juru ahli tim kami, itu sama saja menghilangkan kesempatan seseorang untuk mendapatkan perlindungan. Apalagi di gunung yang rawan badai, hipotermia, dan hal ekstrem lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Fiersa mendorong agar pengelola open trip melakukan introspeksi dan memperbaiki sistem komunikasi serta etika dalam bekerja sama dengan porter atau tim lapangan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI