Hotel yang Disulap Jadi Indekos

Syuting film Lorong Kost selama 16 hari di Bandung, Jawa Barat. Tim film Lorong Kost mengungkap jika bagian tersulit sebenarnya adalah saat mencari lokasi rumah indekos low budget yang pas untuk dijadikan lokasi syuting.
Setelah lama mencari tapi tak kunjung dapat, Ganank Dera dan tim menemukan sebuah hotel.
“Akhirnya kami menemukan hotel lawas, yang mau dijual, sudah tidak beroperasi namun masih dalam penjagaan. Tentu saja jauh dari ingar bingar kota. Kami memolesnya dan cocok untuk dijadikan lokasi syuting,” papar Ganank Dera.
Retake 30 Kali Gegara Tangan

Bagi Ganank, elemen penting dalam syuting film horor adalah meng-capture momen seram secara realistis termasuk reaksi tokoh saat melihat setan.
Biasanya, orang kalau melihat setan teriak lalu kabur. Bukannya memandangi setan dulu beberapa saat baru lari.
Ingin membuatnya menjadi serealistis mungkin, pengambilan gambar pun dikerjakan dengan teliti. Salah satunya, adegan yang disebut sebagai tangan Bayu.
“Salah satu yang tak terlupakan mengambil adegan pergerakan Bayu dan secara bersamaan muncul tangan gaib ‘mencolek’ tubuhnya. Gerakannya harus presisi. Gestur tangan Bayu harus pas dan sinkron. Itu retake sampai 30 kali,” beber Ganank Dera.
Gangguan Mistis saat Syuting

Selama proses syuting yang bertempat di Bandung, para kru dan pemeran film Lorong Kost sering kali mendapat gangguan saat berada di hotel penginapan.
Gibran Marten menceritakan bagaimana dirinya mengalami gangguan mistis bersama dengan Jordan Panungkelan.
“Saya sama Jordan lagi nge-live di kamar, tiba-tiba ada sosok perempuan yang lewat di belakang kami,” papar Gibran.
Setelah kejadian itu, adik Gading Marten tersebut memilih untuk menyewa apartemen sendiri dan tidak pernah tidur di hotel yang terkenal angker tersebut.
Gibran mengaku bahwa sutradara Lorong Kost sengaja memilih hotel yang terasa angker untuk membangun rasa dan suasana tegang dari para aktor.
Proses Pendalaman Karakter

Untuk mendalami satu karakter di suatu film, para aktor biasanya memiliki caranya tersendiri. Begitu pula dengan para aktor dalam film Lorong Kost.
Adapun salah satu cara yang efektif untuk mendalami suatu karakter di dalam film ialah dengan melakukan riset.
Hal ini juga dilakukan oleh Aina Nisa yang memerankan karakter bernama Tania. Nisa mengaku kalau mendalami karakter yang depresi ini cukup menantang baginya.
“Aku nonton film sampai baca-baca jurnal yang berkaitan dengan mental karakterku,” ucap Nisa.
Proses yang serupa juga dijalani oleh Nadhira Hill. Dirinya bahkan sampai ke psikolog untuk berkonsultasi tentang karakter yang diperankannya.
“Cukup sulit mendalami karakter ini karena di awal cerita kami enggak percaya, nah makanya saat di akhir cerita, karenakarakter ini harus lebih histeris dibanding tokoh lainnya,” bebernya.
Kontributor : Anistya Yustika