Affan yang mengenakan jaket ojol disebut terpeleset saat berusaha menyeberang di tengah kerumunan massa sebelum tubuhnya terlindas mobil rantis yang melaju kencang tanpa berhenti.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, ada yang menyebut ke RSCM dan ada pula yang menyebut RS Pelni.
Namun nyawanya tidak tertolong karena luka parah di bagian vital tubuhnya.
Insiden tersebut memicu aksi lanjutan dari rekan-rekan ojol yang memburu mobil rantis hingga ke Markas Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan dengan menyampaikan permintaan maaf dan memastikan bahwa institusi kepolisian akan bertanggung jawab penuh atas kejadian tragis ini.
Di sisi lain, sikap diam Deddy Corbuzier terus menuai kecaman karena dinilai mencerminkan pergeseran sikapnya sebagai figur publik.
Sebelumnya Deddy dikenal sebagai podcaster yang sering memberi ruang bagi tokoh-tokoh kritis terhadap pemerintah.
Namun belakangan dia lebih banyak menampilkan narasi yang mendukung kebijakan kontroversial.
Beberapa contoh yang menimbulkan perdebatan adalah ketika dia membela RUU TNI dengan menyebut protes sipil sebagai tindakan ilegal dan anarkis.
Baca Juga: Sambangi Keluarga Ojol yang Ditabrak Brimob, Denny Sumargo: Saya Akan Ada di Depan untuk Keadilan
Mantan mentalis ini bahkan menyerang seorang siswa yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis.
Konten yang dia tampilkan belakangan dianggap lebih dekat dengan kepentingan rezim dibandingkan kepentingan masyarakat.
Karena itu, diamnya Deddy di kasus Affan Kurniawan semakin memperkuat kesan bahwa dia lebih memilih menjaga kedekatan dengan kekuasaan daripada bersuara untuk keadilan sosial.
Kontributor : Chusnul Chotimah