- Unit musik Starrducc dari Bogor merilis mini album Starrducc III pada 19 Desember 2025 di bawah label Jepang P-VINE Records.
- Album berisi enam trek perpaduan dream pop, bossanova, dan jazz ini dikerjakan melalui lokakarya jarak jauh sebelum rekaman intensif.
- Starrducc berencana menggelar tur Jawa Januari 2026 dan merilis video live session setelah meraih 2,1 juta streams sepanjang 2025.
Suara.com - Menutup lembaran 2025 dengan catatan manis, unit musik asal Bogor, Starrducc, kembali menyapa pendengar lewat karya terbarunya.
Tepat pada 19 Desember 2025, band yang digawangi oleh Mirakei, Adji (The Jansen), Bani (The Jansen), Andreas, dan Daniel ini resmi merilis mini album bertajuk Starrducc III.
Peluncuran ini terasa spesial karena dirilis di bawah naungan label rekaman asal Jepang, P-VINE Records.
Langkah ini sekaligus mempertegas jejak internasional Starrducc setelah kesuksesan dua single sebelumnya, “Hujan Poyan” dan “Garis Edar”.
Berbeda dengan ingar-bingar perayaan akhir tahun pada umumnya, Starrducc menawarkan sesuatu yang lebih kontemplatif.
![Band Starrducc merilis album mini berjudul Starrducc III melalui label Jepang P-VINE. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2025/12/18/55529-band-starrducc.jpg)
Mengusung enam trek anyar, Starrducc III meramu dream pop dengan sentuhan bossanova dan jazz yang tipis namun memikat.
Adji, sang bassis, menggambarkan album ini sebagai teman perjalanan yang sempurna.
"Materi sekarang lebih terasa dreamy, sangat cocok untuk menemani kita di perjalanan liburan Natal dan tahun baru," ujarnya.
Senada dengan Adji, Mirakei sang vokalis melukiskan album ini dengan metafora yang puitis.
"Album pendek ini rasanya seperti badai yang akhirnya reda; tenang tapi meninggalkan jejak. Enam lagu ini tumbuh dari cinta, kehilangan, dan segala hal di antaranya," imbuh Mirakei.
Secara atmosfer, album ini membawa pendengar seolah sedang menatap bintang dari ketinggian lembah gunung: dingin, menenangkan, namun menyimpan sepercik kesepian yang indah.
![Band Starrducc merilis album mini berjudul Starrducc III melalui label Jepang P-VINE. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/18/80641-band-starrducc.jpg)
Di balik harmonisasi yang apik, proses penciptaan Starrducc III memiliki cerita unik.
Lirik-lirik emosional yang ditulis oleh Adji, diterjemahkan menjadi notasi nada oleh Andreas dan Bani melalui lokakarya jarak jauh, mengingat para personel tinggal di kota yang berbeda.
"Setelah draf lirik masuk grup, saya dan Bani mencari notasi nadanya, lalu melempar demo ke grup untuk dicocokkan dengan vokal Mirakei dan pola drum Daniel," ucap Andreas.
Puncaknya, mereka menyewa sebuah rumah selama sepekan untuk merekam seluruh materi secara intensif.
Dengan semangat mandiri (DIY), mereka dibantu oleh Nabil Hatomi (perekaman & pengarah vokal), Muhamad Nurdin (penyuntingan), serta Ayu Muthia Zahra (vokal latar).
Salah satu lagu yang menjadi sorotan pribadi bagi Mirakei adalah trek berjudul "Kamboja".
"Rasanya cemas, tapi anehnya menenangkan. Seperti akhirnya bisa menghela napas setelah terlalu lama menahannya. Mungkin tidak nyaman, tapi rasanya menyembuhkan," tuturnya.
Tak hanya memanjakan telinga, Starrducc kembali memanjakan mata lewat sampul album yang dikerjakan oleh Catarina Prasetyo Putri dengan media cat air.
Ciri khas "bebek" Starrducc tetap hadir, di mana jumlah bebek dalam ilustrasi bertambah sesuai dengan angka seri EP mereka.
"Artwork Catarina selalu gemas dan mengerti banget Starrducc. Tanpa dia, tidak akan ada ilustrasi yang sudah identik banget dengan kami," kata Mirakei.
Kini, Starrducc III sudah dapat dinikmati di seluruh platform streaming digital global (kecuali wilayah Israel).
Untuk pengalaman maksimal, pendengar disarankan menggunakan headphone guna menyelami kedalaman atmosfer ruang dan gema yang disajikan.
Menatap tahun 2026, Starrducc tidak berniat mengendurkan gas.
Setelah meraup 2,1 juta streams dan 206 ribu pendengar sepanjang 2025, mereka siap menggelar tur "'Wisata Garis Edar" di sejumlah kota di Pulau Jawa pada Januari mendatang, serta merilis video live session dari EP terbaru ini.