Suara.com - The Great Flood yang dibintangi Kim Da Mi akhirnya tayang di Netflix mulai Jumat, 19 Desember 2025.
Berdasarkan trailer, The Great Floor memperlihatkan usaha Kim Da Mi menyelamatkan diri dari sebuah banjir besar yang melanda apartemennya bak sebuah tsunami
Tokoh An Na yang diperankan Kim Da Mi berusaha diselamatkan pula oleh seorang tim keamanan untuk sebuah misi khusus.
An Na rupanya seorang peneliti AI yang diminta menciptakan manusia baru karena banjir besar telah mengakibatkan musnahnya seluruh makhluk hidup.
Dalam trailer, An Na bersikeras menemukan putranya yang bernama Ja In dan tidak mau pergi tanpanya.
Namun penonton film The Great Flood mengaku merasa tertipu lantaran The Great Flood ternyata bukan film tentang bencana seperti yang mereka kira.
Bahkan sejumlah komentar penonton The Great Flood dari Indonesia di X menyamakannya dengan film Sore: Istri dari Masa Depan.
"Semalem habis nonton The Great Flood. Pas udah ngerti alurnya, 'oh ini mah kayak Sore,'" komentar akun @bononm***.
"The great flood = sore versi basah-basahan," sahut akun @babybreath***.
"Ternyata the great flood ini macem film sore bagian ngulangin hidupnya, kirain fokus ke banjir dan survival dari banjirnya," kata akun @indriLea***.
"Nonton the great flood malah jadi inget sama film sore wkwk," balas akun @kopsumat***.
Penjelasan selanjutnya akan sedikit mengungkap cerita dalam film The Great Flood alias mengandung spoiler.
Di pertengahan film, An Na yang sebenarnya sudah dibawa helikopter menuju ke tempat pembuatan manusia baru mendadak kembali ke apartemen untuk mencari putranya.
Penanda An Na mengulang peristiwa banjir di apartemen alias time loop ialah nomor pada kaos yang dikenakannya.
Karena Sore: Istri dari Masa Depan tayang lebih dulu di bioskop bulan Juli 2025 lalu, banyak penonton Indonesia jadi teringat dengan film garapan Yandy Laurens tersebut.
Bedanya film Sore tentang pasangan suami istri, sementara The Great Flood memperlihatkan hubungan ibu dan anak.
The Great Flood juga lebih rumit, tidak ada penanda jelas An Na 'mengulang' peristiwa di apartemen selain nomor di kaosnya.
Sedangkan film Sore: Istri dari Masa Depan memberikan tanda jelas, yaitu ketika tokoh Sore yang diperankan Sheila Dara mimisan.
Selain itu, ending The Great Flood lebih jelas ketimbang Sore secara scientific walau perlu diingat bahwa dua film ini sama-sama fiksi.
Terlepas dari itu semua, rasa cinta yang digambarkan, baik kepada pasangan maupun antara ibu dan anak, menjadi alasan kuat film Sore terlintas dalam ingatan penonton Indonesia saat menonton The Great Flood.
Lebih luas lagi, The Great Flood disebut mirip film Inception (2010) dan Interstellar (2014) oleh penonton global. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi