- Rani Mukerji kembali memerankan Shivani Shivaji Roy dalam film Mardaani 3 yang dirilis secara global awal tahun 2026.
- Shivani menyelidiki sindikat perdagangan organ internasional melalui Dark Web dari Mumbai hingga Singapura melawan antagonis jenius teknologi.
- Film yang tayang di Netflix ini meraih sukses komersial dengan menyoroti celah hukum terhadap kejahatan berbasis teknologi modern.
Suara.com - Setelah penantian panjang selama tujuh tahun sejak sekuel keduanya, Rani Mukerji akhirnya kembali mengenakan seragam polisi ikoniknya sebagai Shivani Shivaji Roy dalam Mardaani 3.
Dirilis pada awal 2026, film ini tidak hanya menjadi sekadar penutup trilogi, tetapi juga sebuah pernyataan keras tentang realitas gelap kejahatan modern yang semakin canggih.
Dalam Mardaani 3, Shivani Shivaji Roy kini telah dipromosikan ke unit elit kejahatan lintas negara.
Jika di film pertama ia melawan perdagangan manusia dan di film kedua ia memburu pembunuh berantai sosiopat, kali ini tantangannya jauh lebih personal dan global.
Plot berpusat pada penyelidikan Shivani terhadap sindikat perdagangan organ internasional yang beroperasi melalui Dark Web.
Musuh utamanya bukan lagi preman jalanan, melainkan seorang jenius teknologi yang dikenal dengan julukan "The Architect".
Kejar-kejaran kucing dan tikus ini membawa Shivani dari gang-gang sempit di Mumbai hingga ke pusat teknologi di Singapura.
Ketegangan memuncak ketika Shivani menyadari bahwa sistem hukum yang ia bela justru memiliki celah yang dimanfaatkan oleh sang antagonis untuk tetap tak tersentuh.
Peampilan Rani Mukerji kembali mendapat pujian di Mardaani 3. Di usia kariernya yang matang, ia mampu menampilkan sisi Shivani yang lebih rentan namun jauh lebih tangguh secara mental.
Tidak ada aksi berlebihan ala pahlawan super; setiap pukulan dan strategi yang ia jalankan terasa membumi dan menyakitkan.
Sutradara Gopi Puthran, yang kembali mengarahkan sekuel ini, berhasil mempertahankan atmosfer gritty dan kelam yang menjadi ciri khas franchise ini.
![Film Mardaani 3 yang dibintangi Rani Mukerji baru saja tayang di Netflix. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/02/53235-mardaani-3-rani-mukerji.jpg)
Sinematografinya menangkap kontras antara kemewahan dunia digital dengan kekejaman fisik yang dialami para korban.
Skor musik yang minimalis namun menghantui menambah beban emosional pada setiap adegan investigasi.
Mardaani 3 berhasil melampaui ekspektasi box office internasional untuk film Bollywood non-musikal.
Film ini berani menyentuh isu-isu sensitif mengenai privasi data dan eksploitasi manusia di era AI, menjadikannya relevan bagi penonton global, bukan hanya di India.