- Film drama romantis Ahlan Singapore merupakan hasil kerja sama MD Pictures dengan Singapore Tourism Board yang akan tayang 5 Februari 2026.
- Rebecca Klopper pertama kali tampil berhijab sebagai mahasiwi S2, sementara Kiesha Alvaro harus mempelajari aksen Singlish untuk berperan sebagai warga lokal.
- Proses produksi dilakukan secara efisien ("sat-set") di Singapura, mengeksplorasi banyak hidden gem seperti Joo Chiat dan Singapore Oceanarium.
Suara.com - MD Pictures kembali merilis film drama romantis berjudul Ahlan Singapore, hasil kerja sama dengan Singapore Tourism Board (STB).
Dalam acara peluncuran poster dan trailer resmi yang digelar di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026, perwakilan MD, Firdauzi Cece, mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek lintas negara ini.
"Ini adalah sebuah karya bersama yang sangat spesial antar dua negara, Indonesia dan Singapura. Kolaborasi ini membuktikan bahwa MD Entertainment sebagai The Biggest Content Powerhouse in Southeast Asia tidak hanya mendistribusi konten, tapi membuat karya bersama antar negara," kata Firdauzi Cece di hadapan awak media.
Film yang disutradarai oleh Indra Gunawan ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada Kamis, 5 Februari 2026.
Ahlan Singapore mengangkat kisah Aisyah (diperankan oleh Rebecca Klopper), seorang mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S2 Marine Biology di Singapura.
Perjalanan Aisyah tidak hanya soal akademis, tetapi juga pencarian jati diri dan kemelut asmara. Dia terjebak dalam cinta segitiga antara sahabat masa kecilnya, Ridwan (Ibrahim Risyad), dan pemuda lokal Singapura bernama Liam (Kiesha Alvaro).
Reaksi para pemain saat pertama kali menyaksikan trailer film ini pun beragam. Kiesha Alvaro mengaku sampai gemetar karena belum melihat pratinjau apapun sebelumnya.
"Aku sih gemetar. Tadi aku udah lumayan teriak-teriak di belakang. Jadi bener-bener spontan, pure beneran honest reaction tadi pas nonton dan aku sangat senang, mengharukan," tutur putra Pasha Ungu tersebut.
"Gantung banget ya tadi tuh? Sangat menggantung, aku pun merasa perasaanku enggak enak pengin cepat-cepat lihat kelanjutannya," tambahnya.
Baca Juga: Kesan Rebecca Klopper Perdana Berhijab di Film Ahlan Singapore: Nyaman?
Senada dengan Kiesha, Rebecca Klopper juga terpukau dengan visual yang disajikan.
"Habis nonton trailer langsung sadar betapa cantiknya Singapura ya. Terus juga kayak, ih seru banget ya ternyata jatuh cinta anak muda," ucap aktris yang akrab disapa Becca ini.
Tantangan Rebecca Klopper Berhijab dan Karakter Aisyah
Bagi Rebecca, memerankan karakter Aisyah memberikan tantangan tersendiri, terutama karena dia harus tampil berhijab sepanjang film.
Sang aktris mengaku sempat ragu di awal karena ketakutan akan typecasting aliasbperan yang monoton di masa depan.
"Awalnya aku lumayan ragu karena kan aku belum pernah memerankan film berhijab. Tapi aku pikir-pikir, kayaknya it's not a bad thing. Mungkin juga bisa jadi suatu pijakan untuk aku suatu hari nanti mulai berhijab," jelas Becca.
Dia pun menceritakan pengalaman uniknya beradaptasi dengan busana tertutup di tengah cuaca Singapura.
"Pas awal-awal lumayan beda banget sih karena lebih gerah, lebih sesak. Ternyata susah juga ya orang berhijab setiap hari. Tapi lama-lama, I see the fun in it. Setelah nonton trailernya, aku juga ngerasa cantik ternyata dihijab," tambahnya.
Secara personal, Rebecca merasa karakter Aisyah sangat menginspirasi dirinya. Aisyah digambarkan sebagai sosok yang religius, pintar, pekerja keras, dan sangat menyayangi keluarga.
"Aisyah itu salah satu karakter yang aku mainin yang aku benar-benar kagumin. Spiritual level jauh di atas aku, pintar juga jauh di atas aku. Dia tuh S2 lho, dapat beasiswa," ujarnya.
"Jadi aku ngerasa, kalau dia aja bisa, kenapa aku enggak bisa kuliah sambil kerja? Aku jadi lebih ambis semenjak memerankan Aisyah," tambah Becca yang mengaku kini mulai menempuh pendidikan S1.
Kiesha Alvaro Jadi Pria Singapura yang Disiplin
Sementara itu, Kiesha Alvaro harus bertransformasi menjadi Liam, seorang warga lokal Singapura.
Tantangan terbesar baginya adalah membangun karakter yang tidak memiliki relasi personal dengan kehidupannya sehari-hari, serta mempelajari aksen bahasa Inggris khas Singapura alias Singlish.
"Aku tiap hari belajar aksen Singapore sama Vanessa (Dwynna Win) dan teman-teman big story sana untuk memastikan. Orang Singapura itu disiplin banget, bersih, dan cuek dalam artian positif, mind your own business," kata Kiesha.
Mengenai chemistry dengan Rebecca yang notabene lebih senior di industri hiburan, Kiesha mengaku awalnya sempat gugup. Namun, sikap terbuka Rebecca membuatnya nyaman.
"Ternyata Becca se-open itu orangnya. Becca kadang mau untuk nurunin umurnya untuk bisa nyambung sama obrolanku, atau kadang aku juga yang menaikkan umurku. Pokoknya saling ngajak, jadi bisa secepat itu untuk nyambung," puji Kiesha.
Perbedaan Generasi: "Sleep Call" vs "Apel Malam Minggu"
Suasana konferensi pers menjadi cair ketika aktris senior Alya Rohali, yang berperan sebagai Mama Sarah (ibu Aisyah), memberikan pandangannya tentang percintaan anak muda di film ini. Dalam trailer, terlihat karakter Mama Sarah lebih condong memilih Ridwan dibanding Liam.
"Kalau dari Mama Sarah udah nampak gitu kayaknya orientasinya pengen yang lebih mature, lebih dewasa, yang sepertinya bisa menjamin kebahagiaan Aisyah. Kalau Liam... ya bocil!," canda Alya yang disambut tawa para hadirin.
Alya juga menyoroti perbedaan gaya pacaran zaman dulu dengan Gen Z saat ini. Dia mengaku bingung dengan fenomena sleep call atau mengerjakan tugas bersama via panggilan video tanpa berbicara.
"Kalau dulu kan hubungan lewat telepon rumah atau pager. Tiap malam minggu selalu dinanti karena harus ada acara apel. Kalau saya sekarang lihat anak-anak saya yang pacaran, ngerjain tugas bareng tapi video call-an berjam-jam diem-dieman. Aku tuh sampai, 'Ini ngapain sih kok sleep call?'," cerita Alya.
Syuting "Sat-Set" dan Eksplorasi Hidden Gem
Proses syuting yang memakan waktu sekitar dua minggu di Singapura memberikan pengalaman kerja yang berbeda bagi para pemain. Kedisiplinan kru lokal membuat ritme kerja menjadi sangat cepat dan efisien.
"Yang aku rasakan syuting di Singapura jauh lebih capek sih ya. Karena mereka lumayan strict working hours-nya. Jadi kalau emang 10 jam, ya 10 jam. Kalau di Indonesia mungkin banyak leha-lehanya, kalau di sana lebih 'sat-set'," ungkap Rebecca.
Karena didukung oleh Singapore Tourism Board, film ini menampilkan banyak lokasi ikonik dan hidden gem.
Rebecca merekomendasikan kawasan Joo Chiat yang penuh dengan toko-toko unik, sementara Kiesha memiliki pengalaman berkesan di Singapore Aquarium.
"Aku paling memorable ke Singapore Oceanarium. Anehnya, kok bisa aku datang ke tempat yang indah banget, terus pengunjungnya juga sama indahnya sama tempat itu. Tiba-tiba ada fans nyamperin minta foto, lucu banget," kenang Kiesha.
Uniknya, selama di Singapura, Kiesha memilih untuk mengeksplorasi kota dengan berjalan kaki, bahkan hingga puluhan kilometer.
"Aku suka kardio. Sampai pulangnya jalan kaki loh, 20 kilo itu. Biar sehat," tutup Kiesha.
Film Ahlan Singapore diharapkan dapat menyuguhkan tontonan yang tidak hanya menghibur lewat drama percintaannya, tetapi juga memanjakan mata penonton dengan keindahan visual dua negara.