- The Last Chapter akan menjadi film horor pertama dari waralaba ini yang tayang di layar IMAX pada momen Lebaran 2026.
- Proses syuting berlangsung selama sembilan bulan dengan standar visual tinggi yang diklaim melampaui film-film horor sebelumnya.
- Film ini menjadi penutup dedikasi 10 tahun Prilly Latuconsina sebagai Risa, menampilkan transisi karakter Risa dewasa menghadapi teror yang lebih kelam.
Suara.com - MD Pictures kembali menancapkan standar tinggi dalam industri perfilman horor Indonesia.
Rumah produksi yang dipimpin oleh Manoj Punjabi ini secara resmi mengumumkan bahwa sekuel penutup dari waralaba horor tersukses di Tanah Air, Danur: The Last Chapter, akan tayang dalam format premium IMAX.
Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers peluncuran trailer dan format IMAX yang digelar di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin, 12 Januari 2026.
Film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini dijadwalkan rilis pada momen libur Lebaran 2026, sebuah strategi yang disebut Manoj Punjabi sebagai upaya memberikan tontonan berkualitas tinggi di waktu yang paling strategis atau Golden Date.
Standar Kualitas IMAX dan Strategi Lebaran
Manoj Punjabi menegaskan bahwa keputusan membawa Danur: The Last Chapter ke layar IMAX bukan sekadar gengsi, melainkan pembuktian kualitas produksi.
Menurutnya, pihak IMAX memiliki standar kurasi yang sangat ketat dan tidak sembarang film bisa tayang dalam format tersebut.
"Perjalanannya... kayak Anda tahu juga kalau IMAX itu namanya harus berkualitas. MD sudah membuktikan film-filmnya yang berkualitas, khususnya yang tayang di Lebaran itu pasti jagoan dari MD. Dan tahun ini, Danur: The Last Chapter adalah jagoan yang siap tayang di Lebaran," kata Manoj Punjabi di hadapan awak media.
Produser bertangan dingin ini menjanjikan pengalaman sinematik yang menyeluruh, mulai dari visual, tata suara, hingga penceritaan.
Baca Juga: 10 Tahun Setia Jadi Risa di Danur, Ini Alasan Prilly Latuconsina Tolak Banyak Tawaran Film Horor
"Kita sudah siap juga di IMAX, experience it in IMAX. Jadi kualitasnya dari gambar, dari suara, dari technical aspect, storytelling, sangat menjanjikan," tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Preetham Daniel, VP IMAX, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut kolaborasi ini terjadi karena MD Pictures memiliki rekam jejak yang selaras dengan visi IMAX dalam menyajikan konten kelas dunia.
Produksi "Gila-gilaan": Syuting Rasa Dua Film
Di balik kemegahan format IMAX yang dijanjikan, terdapat proses produksi yang sangat melelahkan. Sutradara Awi Suryadi mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai durasi syuting film ini.
Demi mencapai standar visual yang diinginkan dan memenuhi ekspektasi produser, proses pengambilan gambar memakan waktu hampir sembilan bulan dengan berbagai sesi tambahan.
"Seberat apa? Ini Bapak (Manoj) ekspektasinya terlalu tinggi! Lebih tinggi daripada harapan orangtua," canda Awi yang disambut tawa hadirin.
Dia kemudian menjelaskan kronologi produksi yang panjang.
"Saya mulai syuting Danur Februari, tebak kapan kelarnya? Oktober. Bayangin. Day one Februari, day last itu Oktober. Benar-benar rasanya kayak syuting dua film," ungkap sutradara yang sukses membesut KKN di Desa Penari tersebut.
Awi menegaskan bahwa durasi panjang ini bukan karena reshoot alias syuting ulang akibat kesalahan, melainkan additional shoot atau syuting tambahan untuk menyempurnakan detail visual dan cerita.
Tekanan semakin besar karena Awi tidak lagi membandingkan film ini dengan Danur 3, melainkan harus melampaui standar visual film sebelumnya, Badarawuhi.
"Nah ini dia, curangnya Bapak ini adalah dibandinginnya itu bukan sama Danur 3, dibandinginnya sama film terakhir saya, Badarawuhi. Jadi kayak sudah naik lagi gitu ekspektasinya," jelas Awi.
Tantangan Fisik Zee Asadel dan Asuransi Pemain
Skala produksi yang masif juga berdampak pada para pemain. Zee Asadel, yang bergabung sebagai pemeran Riri (adik Risa) versi dewasa, mengaku kewalahan dengan tuntutan fisik dalam film ini.
Mantan anggota JKT48 ini menyebut Danur: The Last Chapter sebagai proyek terberat yang pernah dia jalani, terutama karena banyaknya adegan aksi menggunakan tali sling.
"Kalau Mas Awi nangisnya di akhir syuting, kalau saya nangisnya setiap hari sebelum syuting. Karena of course mentally drained, tapi for me physically is on another level drained," tutur Zee.
"Mungkin syuting pertama aku yang pakai sling-nya tuh agak banyak gitu. Jadi buat aku experience banget," tambahnya.
Mendengar curhatan Zee, Awi Suryadi menimpali dengan kelakar mengenai risiko syuting tersebut.
"Agak harus top up asuransi lah ini. Premium asuransinya naik gara-gara syuting ini," seloroh Awi.
10 Tahun Dedikasi Prilly Latuconsina
Sementara itu, Prilly Latuconsina yang telah memerankan Risa Saraswati selama satu dekade, mengungkapkan sisi emosional dari perpisahan ini.
Prilly mengaku sangat protektif terhadap karakter Risa hingga menolak tawaran film horor lain selama 10 tahun terakhir demi menjaga integritas perannya.
"10 tahun di horor benar-benar cuma karakter Risa doang dan enggak menyesal sama sekali. Karena aku cinta sama karakter Risa dan aku bangga juga kalau ketemu sama orang, orang manggil aku Risa," ujar aktris 29 tahun tersebut.
Namun, tantangan terbesar Prilly di babak akhir ini adalah menyinkronkan logika aktingnya dengan pengalaman supranatural Risa yang asli.
Prilly sering berdiskusi panjang dengan Awi Suryadi untuk menentukan reaksi yang tepat saat Risa bertemu hantu, apakah harus takut atau justru terbiasa, mengingat Risa dikisahkan sudah berteman dengan hantu sejak kecil.
"Kadang tuh kalau baca skrip aku tuh bingung reaksi Risa kalau ketemu sama hantu tuh harus seperti apa gitu. Karena kan Teh Risa sudah biasa berkomunikasi dengan mereka dari dulu. Gimana cara nahan takutnya? Nah aku kan enggak punya pengalaman yang sama kayak Teh Risa," jelas Prilly.
Danur: The Last Chapter diadaptasi dari novel karya Risa Saraswati dan merupakan puncak dari Danur Universe.
Film ini mengisahkan Risa yang sudah dewasa dan mulai menjalani kehidupan normal tanpa kemampuan melihat teman-teman hantunya (Peter CS).
Namun, sebuah teror baru yang lebih kelam dan berkaitan dengan aroma kematian memaksa Risa untuk kembali menghadapi dunia yang selama ini ingin dia tinggalkan.
Selain Prilly Latuconsina dan Zee Asadel, film ini juga dibintangi oleh jajaran aktor baru yang memerankan Peter CS serta didukung oleh aktor senior lainnya.
Risa Saraswati selaku penulis novel mengaku takjub melihat karyanya berkembang menjadi produksi skala besar.
"Begitu direalisasikan, wah ekspektasinya jauh banget dari yang saya bayangkan sebelumnya. Tapi ternyata gila sih, di Danur itu semuanya terjadi," imbuh Risa dalam kesempatan yang sama.
Film ini diproduksi oleh MD Pictures dan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia, termasuk layar IMAX, pada Lebaran 2026.