-
Cerita film ini dikembangkan dari pengalaman pribadi penulis skenario yang diganggu makhluk halus saat masa kehamilan.
- Selain teror mistis Satu Suro, film ini menonjolkan kedalaman emosi, hubungan kakak-adik, dan kerapuhan seorang perempuan.
- Para pemain menghadapi tantangan fisik berat dan gangguan kesehatan selama syuting di lokasi keramat daerah Kebumen.
Aulia Sarah, yang memerankan tokoh utama Rahayu, mengaku menghadapi tantangan berat dalam menyeimbangkan emosi dan fisik. Karakter Rahayu digambarkan sebagai bidan yang menyimpan kerapuhan meski terlihat kuat.
"Karakter Rahayu ini membawakan emosi yang berlayer. Dari dia yang kehilangan, terus juga putus asa, terus terlalu cinta akan sesuatu dan dia terlalu takut untuk kehilangan juga. Yang ironis adalah dia membantu banyak orang tapi dia lupa membantu dirinya sendiri," kata Aulia.
Secara fisik, Aulia harus melakoni adegan kesurupan yang menguras energi.
"Kenapa aku bilang kayak menguras banyak banget, ketika dia kesurupan itu, itu nggak cuma soal pergerakan badan. Aku harus ingat di situ ada Rahayu yang rapuh, yang punya luka yang banyak. Jadi harus menggabungkan, aku harus ingat terus dengan si Rahayunya, jadi enggak boleh lupa gitu," lanjutnya.
Sementara itu, Agla Artalidia yang berperan sebagai Marni, sahabat Rahayu, juga merasakan intensitas yang sama.
"Pas saat kita syuting scene itu, selesai take, cut gitu, kita berdua pelukan terus nangis diam gitu lama banget," kenang Agla.
Cindy Nirmala, yang memerankan Ratih, bahkan mengalami kejadian fisik yang tak biasa selama syuting.
"Selama syuting film Sengkolo ini tuh aku sakit dari hari pertama sampai hari terakhir syuting. Sakit enggak sembuh-sembuh. Film ini doang loh, aku enggak pernah selama aku syuting sakit dari awal syuting sampai akhir," ungkap Cindy.
Lokasi Syuting yang Menyimpan Aura Mistis
Baca Juga: Aulia Sarah Jadi Bidan Ketiban Sial, Film Sengkolo Petaka Satu Suro Kuras Emosi
Pengambilan gambar dilakukan di Kebumen, Jawa Tengah, di lokasi yang menurut warga setempat memiliki sejarah kelam. Hadrah Daeng Ratu, selaku supervisi kreatif, menceritakan pengalaman tim produksi saat berada di lokasi tersebut.
"Warga lokal sana bilang, 'kok berani sih syuting di sana? Kita aja kalau malam jarang ada yang mau keluar rumah'. Terus sampai ada yang nanya ke kita ini kuncennya siapa? Kok kalian lancar-lancar aja syutingnya? Wah gitu dalam hatiku untung udah minggu kedua dia ngomongnya," cerita Hadrah.
Sutradara Deni Saputra menambahkan bahwa lokasi tersebut konon tidak terdeteksi oleh Belanda pada zaman VOC.
"Ada namanya Telogo Depok. Dan tempatnya sangat asri sekali, sangat tenang, saya betah di sana. Tapi ada beberapa set yang memang orang tidak mau untuk malam tuh keluar di sana. Memang tempatnya serem banget," terang Deni.
Pesan Moral: Kekuatan di Balik Kerapuhan
Di balik teror yang disajikan, Sengkolo: Petaka Satu Suro membawa pesan moral tentang kekuatan perempuan. Aulia Sarah berharap karakter Rahayu bisa menjadi refleksi bagi banyak perempuan di luar sana.