- Film Kuyank mengungkap asal-usul legenda Kalimantan dari sudut pandang manusia yang terjerumus ilmu hitam, bukan sekadar hantu.
- Putri Intan Kasela menjalani syuting ekstrem selama lima hari berendam di rawa berlumpur demi menghidupkan karakter Rusmiati.
- Film ini memadukan horor dengan drama tragis tentang konsekuensi pengambilan keputusan yang salah dan bahaya memendam perasaan
Suara.com - Teka-teki mengenai asal-usul legenda hantu kepala terbang yang menjadi momok di tanah Kalimantan akhirnya akan dikupas tuntas lewat layar lebar.
Setelah sukses dengan Saranjana: Kota Ghaib, rumah produksi DHF Entertainment siap merilis prekuel yang dinanti-nantikan, Kuyank.
Dua aktris utama film ini, Putri Intan Kasela dan Ochi Rosdiana, menyambangi kantor redaksi Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam kunjungan promosi tersebut, mereka tidak hanya bicara soal kengerian, tetapi membedah sisi tragis kemanusiaan dan "siksaan" fisik yang harus mereka lalui demi menghidupkan legenda tersebut.
Soal Mitos Kuyang: Bukan Hantu, Tapi Manusia
Salah satu poin paling krusial yang dibahas adalah kesalahpahaman umum masyarakat mengenai sosok Kuyang. Selama ini, publik menganggap Kuyang sebagai hantu atau arwah gentayangan.
Namun, film Kuyank hadir untuk meluruskan persepsi tersebut melalui pendekatan cerita yang lebih humanis namun kelam.
Film yang disutradarai oleh putra asli daerah Kandangan, Johansyah Jumberan ini, mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum peristiwa di film Saranjana.
Fokus cerita ada pada Rusmiati (diperankan Putri Intan Kasela), seorang perempuan yang akhirnya terjerumus ke dalam ilmu hitam.
Baca Juga: Sinopsis Film Send Help: Teror Bertahan Hidup di Pulau Terpencil Versi Sam Raimi
"Di film ini adalah POV (point of view) dari Kuyangnya sendiri, bukan POV dari masyarakat. Jadi kalian akan tahu gimana perasaan kalian tuh bisa tahu gimana sih Kuyang itu terjadi menjadi Kuyang," ungkap Putri Intan Kasela dengan antusias.
Putri menekankan bahwa Rusmiati adalah manusia seutuhnya yang putus asa.
"Orang lain tahu kan biasanya Kuyang itu hantu. Dan Kuyang ini bukan hantu, dia itu manusia," tegasnya.
Hal senada diungkapkan Ochi Rosdiana. Pemeran Fauziah ini menjelaskan bahwa film ini menawarkan kompleksitas cerita yang tidak sekadar menakut-nakuti.
"Karena sebetulnya Kuyang itu bukan hantu. (Tapi) hantu manusia yang mengkaji ilmu," timpal Ochi.
Riset di "Kampung Kuyang" dan Tanda di Leher