- Doktif menuduh status mualaf Richard Lee hanyalah strategi manipulatif demi mendapatkan simpati publik.
- Doktif mengklaim memiliki bukti dari seorang pendeta dan mantan asisten yang menyebut Richard Lee sebenarnya tidak pernah masuk Islam.
- Doktif mencurigai adanya tindakan penistaan agama, namun mengaku sulit membuktikannya karena saksi-saksi merasa takut untuk bersuara.
Suara.com - Perseteruan antara Dokter Detektif alias Doktif dengan Richard Lee kian memanas. Setelah melaporkan sang dokter kecantikan ke Polda Metro Jaya, kini Doktif mengomentari keputusan personal Richard.
Perempuan bernama asli Samira ini secara terang-terangan mempertanyakan status mualaf Richard Lee.
Doktif menduga perpindahan keyakinan yang dilakukan lelaki kelahiran 1985 tersebut cuma strategi untuk menarik perhatian publik.
"Karena Doktif tahu, sebenarnya DRL tidak pernah menjadi seorang muslim. Itu hanya kedok untuk mendapatkan simpati masyarakat," kata Doktif ditemui di Mampang, Jakarta Selatan pada Jumat, 16 Januari 2026.
Pernyataan kontroversial ini bukan tanpa dasar. Sebab Doktif mengaku telah mengantongi keterangan dari orang-orang dekat Richard Lee.
"Betul. Karena Doktif juga mendapatkan pernyataan dari pendetanya ya bahwa memang beliau tidak pernah menjadi seorang muslim," ungkap Samira dengan nada yakin.
Selain dari pendeta, Doktif juga merujuk kesaksian mantan asisten Richard Lee, Afrizal.
Kepada Doktif, Afrizal mengaku sulit beribadah ketika masih menjadi karyawan Richard Lee.
"Dan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Afrizal ya, Afrizal itu sangat sulit untuk melaksanakan shalat Jumat pada saat ikut dengan beliau. Dan tahu bagaimana DRL ini sangat membenci yang namanya Islam," imbuhnya.
Tidak berhenti di situ, Samira juga mencurigai adanya indikasi penistaan agama yang dilakukan oleh Richard Lee.
Baca Juga: Belum Puas, Doktif Kini Korek Pajak Mobil Mewah Richard Lee
Namun, Doktif mengakui, dugaan penistaan agama tersebut sulit dibuktikan jika ia membawanya ke jalur hukum.
"Doktif menduga dia sudah melakukan ada penistaan agama. Tapi sangat sulit dibuktikan karena saksi-saksinya takut untuk berbicara ke hadapan publik," jelasnya.
Ia pun melontarkan sindiran pedas dengan menyebut Richard Lee sebagai sosok yang sangat lihai memanipulasi keadaan menggunakan pengaruhnya.
"Jadi makanya Doktif bilang 'Anak Dajjal' itu sangat layak disebut ke manusia yang satu ini. Seperti itu," pungkasnya.