Bedah Proses Kreatif Film Sadali: Syuting Maraton Dua Era hingga Ambisi Hidupkan Seni Rupa 90-an

Yazir F, Tiara Rosana

Senin, 19 Januari 2026 | 19:15 WIB
Bedah Proses Kreatif Film Sadali: Syuting Maraton Dua Era hingga Ambisi Hidupkan Seni Rupa 90-an
Para pemain film Sadali; Adinia Wirasti, Hanggini, dan Faiz Vishal dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]
baca 10 detik
  • Film Sadali diproduksi secara simultan dengan film pertamanya dalam satu bulan, menuntut fleksibilitas emosional yang tinggi dari para aktor untuk berpindah latar waktu.

  • Film ini menonjolkan dunia seni lukis Yogyakarta yang otentik, melibatkan seniman khusus untuk menjaga konsistensi karya seni dan referensi pelukis besar era 90-an.

  • Melalui naskah puitis khas Pidi Baiq, para pemeran melakukan pendalaman karakter yang intens, memadukan seni peran dengan filosofi seni rupa untuk menggambarkan realita patah hati.

Suara.com - MVP Pictures kembali mempersembahkan sekuel yang dinanti dari semesta cerita Pidi Baiq berjudul Sadali.

Dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2026, film ini tidak hanya menawarkan kelanjutan kisah cinta segitiga yang rumit, tetapi juga menyajikan eksplorasi mendalam terhadap dunia seni rupa Yogyakarta di era pergantian milenium.

Di balik visual puitis yang disutradarai oleh Kuntz Agus, terdapat proses produksi yang menantang dan "ambisius".

Dalam konferensi pers yang digelar Senin, 19 Januari 2026, jajaran pemain utama, yakni Adinia Wirasti, Hanggini, dan Faiz Vishal, membuka dapur kreatif pembuatan film ini, mulai dari strategi syuting simultan hingga pendalaman karakter melalui lukisan.

Tantangan Syuting Simultan: Melompat Antar Dekade

Salah satu fakta produksi yang paling menarik adalah keputusan untuk memfilmkan Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu (film pertama) dan Sadali (film kedua) secara bersamaan atau simultan.

Hal ini dilakukan dalam kurun waktu satu bulan, menuntut para aktor untuk memiliki fleksibilitas emosi yang luar biasa.

Adinia Wirasti, yang memerankan karakter Mera, mengungkapkan betapa kompleksnya menjaga kontinuitas karakter yang melompat dari tahun 1998 ke awal 2000-an.

"Tantangan yang terberat adalah mungkin secara visual kami harus memastikan bahwa kami semua terlihat berbeda. And that takes a village, mulai dari make up, kostum, art, dan segala macamnya," kata Adinia.

baca juga

Hanggini, pemeran Arnaza, turut merasakan beban serupa. Dia harus beradaptasi dengan perubahan karakter Arnaza yang polos di era 90-an menjadi sosok yang lebih dewasa di sekuelnya, terkadang dalam satu hari syuting yang sama.

"Kita syutingnya di bulan yang sama, di satu hari pun kita bisa syuting kayak film kedua, terus kita balik lagi ke film kesatu. Tantangannya di situ, sama mungkin kesulitannya lebih ke gimana caranya Arnaza di tahun 90-an nanti bisa balik lagi ke Arnaza 2000-an," jelas Hanggini.

Ambisi Naskah dan Otentisitas Seni Rupa

Naskah yang ditulis oleh Titien Wattimena disebut para pemain sebagai naskah yang "ambisius".

Berlatar di lingkungan kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, film ini berusaha menghadirkan atmosfer seni rupa yang otentik, bukan sekadar tempelan.

Adinia Wirasti mengakui sempat terkejut saat pertama kali membaca naskah karena banyaknya referensi nama pelukis besar tahun 90-an yang dimasukkan ke dalam cerita.

"Terus terang aja skrip ini cukup ambisius di mana ada beberapa nama-nama pelukis tahun 90-an yang cukup besar yang ada di situ. Kami juga semuanya agak yang, 'Ini gimana cara bikinnya ya?' Maksudnya pasti akan sangat tricky dan harus besar sekali produksinya," ungkap Adinia.

Demi menjaga kredibilitas karakter Sadali sebagai pelukis muda berbakat, tim produksi tidak main-main.

Ajil Ditto menjalani workshop khusus untuk mempelajari teknik sapuan kuas (stroke) agar terlihat natural di kamera.

Lebih jauh lagi, seluruh lukisan "karya Sadali" yang tampil di film dibuat secara konsisten oleh satu seniman dari tim artistik.

"Salah satu anak art-nya film ini adalah orang di balik semua lukisannya Sadali. Jadi lukisannya Sadali tidak dibikin oleh beberapa orang, dibikin sama satu orang. Dan itu membuat film ini dan karakter Sadali menjadi benar-benar 'menjadi' karena si pelukisnya sama, otentik," tambah Adinia.

Seni Peran Bertemu Seni Lukis

Proses pendalaman karakter dalam film ini juga unik karena banyak bersinggungan dengan seni rupa.

Adinia Wirasti bahkan menggunakan referensi pelukis dunia, Francisco Goya, untuk membantunya memvisualisasikan sisi gelap atau antagonis dalam seni peran.

Menurutnya, menggambar dan berakting memiliki kesamaan dalam hal mengalirkan energi.

"Menurut saya salah satu proses seni peran yang menarik itu adalah menggambar. Karena imajinasi berkembang luas ketika menggambar. Ada energi di situ yang kita bisa (rasakan), 'Oh ternyata kira-kira begini ya yang sedang saya mainkan,'" tutur Adinia.

Sementara itu, Faiz Vishal yang memerankan Budi, sahabat Sadali, melihat film ini dari sudut pandang yang lebih filosofis.

Menurutnya, film ini sangat "hangat dan membumi", terutama dalam menggambarkan bagaimana karakter-karakternya saling mendukung tanpa menghakimi.

Adapun film Sadali mengisahkan babak baru kehidupan Sadali (Ajil Ditto) yang kini tinggal di Magelang dan berkarir sebagai pelukis.

Dia mencoba menata hidup setelah dinamika hubungannya dengan Mera (Adinia Wirasti) dan Arnaza (Hanggini) di masa lalu. Namun, kabar pernikahan Mera kembali mengusik ketenangannya.

Film ini bukan sekadar drama romansa biasa. Adinia mendeskripsikannya sebagai titik tengah antara mimpi dan realita.

"Film ini adalah exactly that. Di tengah-tengah antara drama cita-citaan sama drama patah hati. Tapi dikemas dengan gayanya Pidi Baiq yang puitis," tutupnya.

Dengan pendekatan produksi yang detail dan pendalaman karakter yang serius, Sadali diharapkan menjadi sajian sinema yang tidak hanya memanjakan mata lewat estetikanya, tetapi juga menyentuh hati lewat kedalaman ceritanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drunken Mama: Kegilaan Sehari-hari Pidi Baiq Berubah Menjadi Renungan

Drunken Mama: Kegilaan Sehari-hari Pidi Baiq Berubah Menjadi Renungan

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 10:00 WIB

Film Dan Bandung Membuktikan Formula Lama Masih Bisa Berarti

Film Dan Bandung Membuktikan Formula Lama Masih Bisa Berarti

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Ulasan Dan Bandung: Adaptasi Novel Pidi Baiq yang Sukses Menguras Air Mata

Ulasan Dan Bandung: Adaptasi Novel Pidi Baiq yang Sukses Menguras Air Mata

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Sentuhan Magis Rudy Soedjarwo di Film Dan Bandung, Hidupkan Lagi Vibes Cinta dan Rangga?

Sentuhan Magis Rudy Soedjarwo di Film Dan Bandung, Hidupkan Lagi Vibes Cinta dan Rangga?

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental

Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:36 WIB

Review Jujur Drunken Molen: Humor Absurd yang Diam-Diam Menertawakan Hidup

Review Jujur Drunken Molen: Humor Absurd yang Diam-Diam Menertawakan Hidup

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:15 WIB

Membaca Al-Asbun Karya Pidi Baiq: Ketika Keisengan Menjelma Filosofi Hidup

Membaca Al-Asbun Karya Pidi Baiq: Ketika Keisengan Menjelma Filosofi Hidup

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:00 WIB

Surat Cinta untuk Kota yang Penuh Kenangan: Intip Pesona Film 'Dan Bandung'

Surat Cinta untuk Kota yang Penuh Kenangan: Intip Pesona Film 'Dan Bandung'

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 14:31 WIB

Dilan 1990: Novel Romantis yang Manis Sekaligus Problematis

Dilan 1990: Novel Romantis yang Manis Sekaligus Problematis

Your Say | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:25 WIB

Menertawakan Hidup ala Drunken Marmut: Catatan Humor yang Tak Sekadar Lucu

Menertawakan Hidup ala Drunken Marmut: Catatan Humor yang Tak Sekadar Lucu

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Cara Menghitung Neptu Weton Sendiri Berdasarkan Hari dan Pasaran

Cara Menghitung Neptu Weton Sendiri Berdasarkan Hari dan Pasaran

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 12:15 WIB

Komisi II DPR Jadikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Acuan Pembahasan RUU Pemilu

Komisi II DPR Jadikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Acuan Pembahasan RUU Pemilu

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:11 WIB

Gerindra Sebut Pertemuan Ketum Parpol Koalisi Bahas RUU Pemilu Baru Sekadar Brainstorming

Gerindra Sebut Pertemuan Ketum Parpol Koalisi Bahas RUU Pemilu Baru Sekadar Brainstorming

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:11 WIB

Komdigi Ultimatum 25 PSE: Segera Daftar atau Terancam Diblokir

Komdigi Ultimatum 25 PSE: Segera Daftar atau Terancam Diblokir

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 12:10 WIB

Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:01 WIB

Anime BEYBLADE X Resmi Masuki Bey Kingdom Arc, Tayang 9 Oktober

Anime BEYBLADE X Resmi Masuki Bey Kingdom Arc, Tayang 9 Oktober

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 12:00 WIB

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Video | Kamis, 17 September 2026 | 12:00 WIB

Proyek PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Proyek PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

Bosan dengan Malioboro? Ini 5 Tempat Healing Murah di Jogja

Bosan dengan Malioboro? Ini 5 Tempat Healing Murah di Jogja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

Viral Perempuan Ditendang Saat Antre Makanan di Sency, Netizen Soroti Dugaan Upaya Menutup Kasus

Viral Perempuan Ditendang Saat Antre Makanan di Sency, Netizen Soroti Dugaan Upaya Menutup Kasus

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

×