Viral Guru Honorer di Muaro Jambi Jadi Tersangka Gara-Gara Rambut Siswa, Kasus Kini Berakhir Damai

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:16 WIB
Viral Guru Honorer di Muaro Jambi Jadi Tersangka Gara-Gara Rambut Siswa, Kasus Kini Berakhir Damai
Ilustrasi guru swasta. [Ist]
Baca 10 detik
  • Seorang guru honorer di Muaro Jambi dilaporkan ke polisi setelah secara refleks menepuk mulut siswa yang melawan dan memaki saat razia rambut.
  • Meski sempat ditetapkan sebagai tersangka dugaan kekerasan anak, kasus ini menarik perhatian nasional hingga dibahas di DPR RI.
  • Kasus berakhir damai melalui mediasi (Restorative Justice) dan laporan resmi dihentikan (SP3) setelah kedua belah pihak saling memaafkan.

Suara.com - Kasus penertiban rambut siswa di Muaro Jambi yang menyeret guru honorer Tri Wulansari (31) ke ranah hukum sempat menyedot perhatian publik nasional.

Peristiwa ini bahkan bergulir hingga dibahas di Komisi III DPR RI setelah Tri ditetapkan sebagai tersangka dugaan kekerasan terhadap anak.

Insiden bermula dari kegiatan razia kedisiplinan di SDN 21 Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh. Tri berinisiatif menertibkan siswa yang kedapatan berambut panjang dan dicat.

Namun, situasi berubah tegang saat seorang siswa laki-laki memberikan perlawanan keras.

Tak hanya menolak dirapikan, bocah SD tersebut memberontak dan melontarkan kata-kata kotor kepada sang pengajar. Tersulut emosi mendengar makian siswanya, Tri secara refleks menepuk mulut murid tersebut.

Tindakan spontan inilah yang memicu kemarahan orangtua siswa hingga berujung laporan polisi.

Berbekal hasil visum yang menunjukkan luka memar, Polres Muaro Jambi sempat menjerat wanita tersebut dengan Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak.

Namun, ketegangan yang sempat viral itu akhirnya mereda. Setelah sempat alot karena keluarga korban bersikukuh memenjarakan sang guru, drama ini berakhir di meja mediasi Mapolres Muaro Jambi pada Rabu, 21 Januari 2026.

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara melalui mekanisme Restorative Justice. Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, menegaskan bahwa proses hukum resmi dihentikan.

Baca Juga: Ironi Prioritas: Saat Program MBG Menggeser Martabat Guru dan Nakes

"Hari ini kita menyelesaikan perkara pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak melalui Restorative Justice. Setelah ini, perkara akan kami hentikan melalui SP3," kata Heri kepada awak

Dalam momen haru tersebut, Tri Wulansari menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dia menyadari tindakan refleksnya telah menimbulkan polemik panjang.

"Saya dengan rendah hati meminta maaf atas apa yang telah saya lakukan. Semoga ke depan hubungan kita tetap baik," tutur Tri.

Permintaan maaf tersebut disambut positif oleh orangtua siswa, Subandi, yang mengaku sudah legawa.

"Karena ibu sudah ikhlas meminta maaf, kami sekeluarga menerima dan berharap masalah ini selesai," imbuh Subandi menutup perseteruan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI