- The Matrix Resurrections, disutradarai Lana Wachowski, kembali menampilkan Thomas Anderson (Keanu Reeves) sebagai pengembang game sukses.
- Film keempat ini berfokus pada kisah cinta Neo dan Tiffany (Carrie-Anne Moss) setelah kembalinya mereka ke simulasi Matrix berevolusi.
- Film ini melakukan meta-komentar industri mengenai tuntutan studio serta mengubah fokus visual dari kegelapan menuju kenyamanan warna cerah.
Suara.com - 20 tahun setelah Neo pertama kali memilih pil merah, sutradara Lana Wachowski membawa kita kembali ke dalam simulasi yang mendefinisikan ulang genre fiksi ilmiah.
The Matrix Resurrections (2021) bukan sekadar sekuel; ia adalah sebuah karya yang rumit, meta-komentar terhadap industri film, dan yang paling utama, sebuah kisah cinta yang melampaui kode digital.
The Matrix Resurrections akan tayang pada Selasa (10/3/2026) dini hari pukul 02.00 WIB menamani sahur Anda. Berikut kami sajika sinopsisnya.
Dalam seri keempat ini, kita bertemu kembali dengan Thomas Anderson (Keanu Reeves), yang kini dikenal sebagai pengembang video game sukses di San Francisco.
Ironisnya, game ciptaannya yang paling terkenal berjudul "The Matrix", sebuah trilogi yang didasarkan pada ingatan-ingatan samar yang ia anggap sebagai gangguan mental.
![The Matrix Resurrections yang dibintangi Keanu Reeves akan tayang pada Selasa (10/3/2026) dini hari nanti pukul 02.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/09/89821-the-matrix-resurrections.jpg)
Di bawah pengawasan terapisnya (Neil Patrick Harris), Thomas rutin mengonsumsi pil biru untuk menjaga "kewarasannya."
Namun, segalanya berubah saat ia bertemu dengan seorang wanita bernama Tiffany (Carrie-Anne Moss) di sebuah kedai kopi.
Meski mereka merasa memiliki koneksi yang mendalam, Tiffany adalah seorang ibu dengan kehidupan domestik yang tampak normal.
Kehadiran Bugs (Jessica Henwick) dan versi baru Morpheus (Yahya Abdul-Mateen II) akhirnya menarik Thomas kembali ke kenyataan yang sebenarnya, mengungkapkan bahwa Matrix telah berevolusi menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya dan manipulatif.
Baca Juga: Police Story: Lockdown Malam Ini: Aksi Jackie Chan yang Penuh Ketegangan dan Balas Dendam
The Matrix Resurrections sebuah langkah yang sangat berani. Film ini tidak mencoba meniru gaya visual "hijau" yang ikonik dari film aslinya.
Sebaliknya, film ini tampil cerah dan penuh warna, mencerminkan bagaimana sistem kontrol modern bekerja, bukan dengan kegelapan, melainkan dengan kenyamanan yang membuai.
![The Matrix Resurrections yang dibintangi Keanu Reeves akan tayang pada Selasa (10/3/2026) dini hari nanti pukul 02.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/09/48263-the-matrix-resurrections.jpg)
Poin paling menarik adalah bagaimana film ini mengejek dirinya sendiri. Ada adegan di mana karakter-karakter di dalam film berdiskusi tentang bagaimana pihak studio (Warner Bros.) menuntut sekuel dari game "The Matrix."
Ini adalah refleksi jujur dari Lana Wachowski mengenai tekanan industri Hollywood terhadap intellectual property (IP) lama.
Keanu Reeves dan Carrie-Anne Moss membuktikan bahwa chemistry mereka tidak memudar oleh waktu.
Meskipun Hugo Weaving tidak kembali sebagai Agen Smith (perannya digantikan oleh Jonathan Groff), kehadiran Priyanka Chopra sebagai Sati versi dewasa memberikan dimensi baru pada mitologi program-program yang memiliki kesadaran sendiri.