- Film prekuel Saranjana Universe berjudul Kuyank tayang perdana pada 23 Januari 2026 di Jakarta Selatan.
- Produksi film ini sangat ambisius, melibatkan risiko alat mahal dan riset mendalam di pedalaman Kalimantan.
- Kuyank menyajikan mitos Kuyang versi masyarakat Banjar, bukan sekadar horor pembunuhan, berbeda dari horor Jawa.
Penulis skenario, Asaf Antariksa menjelaskan bahwa Kuyank hadir untuk meluruskan salah kaprah mengenai mitos hantu kepala terbang tersebut.
Berbeda dengan representasi horor pada umumnya yang menjadikan hantu sebagai mesin pembunuh, Kuyank versi DHF Entertainment setia pada pakem kepercayaan masyarakat Banjar.
"Mitos yang kami ambil yakni Kuyang tidak membunuh, tapi masyarakat Banjar salah paham. Kalau Kuyank di Banjar biasanya terikat soal keinginan kecantikan, rasa sayang suami, dan awet muda," imbuh Asaf.
Asaf menilai, pendekatan ini justru memberikan ruang teror psikologis dan drama yang lebih mencekam dibandingkan sekadar adegan sadis.
Film ini juga menjadi antitesis dari dominasi horor berlatar budaya Jawa di industri perfilman nasional.
"Seluruh film horor biasanya film horor Jawa, tapi kali ini beda. Saat Jo beri tantangan itu saya sangat senang. Pengalaman emosinya akan berbeda," tutur Asaf.
Tantangan Rio Dewanto: Mancing Ikan hingga Kuliner Unik
Di sisi lain, aktor utama Rio Dewanto menceritakan sisi humanis dari proses syuting yang berat tersebut.
Memerankan karakter Badri, Rio mengaku pengalaman syuting di tanah kelahiran sang sutradara memberikan kesan mendalam, terutama keramahan warga lokal yang mayoritas muslim dengan adat yang kuat.
Baca Juga: Alas Roban Jadi Film Pertama Raih 1 Juta Penonton di 2026
Namun, ada hal menggelitik yang ia temukan selama berada di sana
"Pengalaman syuting di Banjar menyenangkan, kalau enggak ada proyek ini mungkin saya enggak pernah ke Kalimantan," tutur Rio.
"Orang sana ramah-ramah. Yang saya bingung kenapa restoran di Kalimantan kok Wong Solo," kata Rio yang disambut gelak tawa.
Dia juga sempat mencoba memancing di sela waktu syuting yang padat, meski hasilnya nihil.
"Saya coba mancing tapi enggak dapat-dapat ikannya," imbuh suami aktris Atiqah Hasiholan ini.
Sebagai informasi, film Kuyank merupakan prekuel yang mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum gerbang kota gaib Saranjana terbuka.