Jika jaringan abnormal terlihat pada saat pemeriksaan, dokter akan mengambil sampel jaringan (biopsi) dari usus besar dalam proses kolonoskopi.
Melansir Eka Hospital, seberapa sering pasien harus menjalani kolonoskopi tergantung tingkat keparahan penyakit dan tingkat risiko yang ditemukan dokter saat menjalani prosedur ini.
Kolonoskopi tidak perlu dilakukan pada seseorang yang kondisi tubuhnya sehat namun akan disarankan jika memiliki faktor risiko seperti memiliki riwayat polip usus besar atau riwayat keluarga memiliki kanker usus besar.
Bagi seseorang yang memiliki riwayat polip usus besar, radang usus besar dan kanker usus besar akan disarankan menjalani kolonoskopi secara berkala.
Deteksi dini melalui kolonoskopi dapat mencegah komplikasi serius dan memberikan peluang kesembuhan yang lebih tinggi.
Pemeriksaan ini aman, efektif, dan dapat menyelamatkan nyawa jika dilakukan tepat waktu, tidak ada penyakit dan dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.
Kontributor : Anistya Yustika