Suara.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh potongan video pegiat media sosial Permadi Arya, atau yang akrab disapa Abu Janda, menyebutkan kesediaan untuk berperang dengan negara tetangga, Malaysia.
Pernyataan yang terlontar dalam program diskusi Rakyat Bersuara di Official iNews ini langsung memancing reaksi keras dari netizen karena dianggap provokatif.
Sebuah akun X menganggap pernyataan Abu Janda ini berbahaya.
"Ni dah merupakan ancaman pada negara," komentar netizen.
Beragam komentar netizen muncul menyudutkan Abu Janda karena dianggap provokatif.
"Dia ni ngomong gini biar semua fokus saling serang, saling benci, intinya dia ngomongin diri dia sendiri (nggak mewakili Indonesia) kalau pun ada yang belain dia buat perang sm Malaysia itu berarti orang gila," komentar netizen.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi di balik kalimat tersebut?
Dalam diskusi yang dipandu oleh Aiman Witjaksono, Abu Janda hadir sebagai pemerhati sejarah Israel-Palestina.
Ia terlibat debat panas dengan berbagai narasumber, termasuk aktivis pro-Palestina Muhammad Husein dan pakar hukum tata negara Feri Amsari.
Baca Juga: Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Pernyataan mengenai Malaysia tersebut muncul saat Abu Janda sedang memberikan argumen terkait konflik di Timur Tengah dan posisi Indonesia dalam kancah internasional.
Faktanya, kalimat tersebut bukanlah sebuah ajakan nyata untuk menyerang Malaysia, melainkan sebuah analogi hipotesis.
Abu Janda sedang mencoba memberikan gambaran kepada audiens mengenai posisi keamanan sebuah negara yang terus-menerus mendapatkan serangan dari kelompok yang didanai pihak luar.
Ia menggunakan Malaysia sebagai perumpamaan agar penonton di Indonesia dapat merasakan urgensi dari argumen yang ia bangun.
Abu Janda memberikan ilustrasi mengenai pendanaan yang diterima kelompok seperti Hizbullah dan Hamas dari Iran selama puluhan tahun.
Ia kemudian melempar pertanyaan kepada para mahasiswa dan penonton di studio.