- Jule mengaku tidak menyesali kehadiran anak-anaknya, namun ia merasa kehilangan masa muda dan menyarankan agar tidak terburu-buru menikah.
- Artis seperti Putri Marino dan Natasha Rizky menyoroti hilangnya momentum karier serta perasaan stagnan akibat memikul tanggung jawab domestik di usia belia.
- Kisah Wulan Guritno dan Manohara menjadi peringatan keras akan kerentanan pernikahan dini terhadap isu KDRT, child grooming, hingga paksaan.
Suara.com - Selebgram Julia Prastini, atau yang akrab disapa Jule, kembali menjadi sorotan publik.
Setelah sempat ramai karena dugaan perselingkuhan yang menimpa rumah tangganya hingga berujung perceraian, kini dia kembali aktif dan angkat bicara soal keputusannya menikah di usia muda.
Dalam sebuah podcast, Jule blak-blakan mengungkapkan perasaannya yang campur aduk, memicu kembali diskusi tentang realitas pernikahan dini yang tak selamanya indah.
Pengakuan Jule seolah menjadi pengingat bahwa di balik citra harmonis, ada tantangan besar yang dihadapi para pelaku nikah muda, termasuk kehilangan momentum karier hingga tekanan mental.
Nyatanya, Jule tidak sendiri. Beberapa artis perempuan Tanah Air juga pernah berbagi kisah serupa, menyoroti penyesalan dan konsekuensi dari keputusan besar yang diambil saat usia masih belia.
Berikut adalah rangkuman kisah mereka, termasuk penuturan terbaru dari Jule.
1. Jule: Tak Menyesal, Tapi Tak Ingin Terburu-buru
Jule menegaskan bahwa dia tidak pernah menyesali pernikahannya dengan Na Daehoon, terutama karena kehadiran anak-anaknya.
"Aku enggak pernah nyesel nikah muda karena akhirnya punya anak-anak yang lucu, baik hati," ungkapnya.
Baca Juga: Tak Pakai Hijab Lagi, Jule Ngaku Salah dan Minta Maaf ke Na Daehoon
Namun, jika waktu bisa diulang, ibu tiga anak ini mengaku akan mengambil keputusan yang berbeda.
![Julia Prastini alias Jule bikin heboh dengan mengunggah video singkat dirinya melepas hijab dengan hanya mengenakan tanktop. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/06/65491-julia-prastini-alias-jule.jpg)
Dia merasa kehilangan kesempatan untuk menikmati masa muda dan belajar lebih banyak hal sebelum memikul tanggung jawab sebagai seorang istri.
"Pasti aku bakal bilang enggak usah buru-buru nikah. Nikmati dulu masa mudanya, terus banyak belajar lagi," tambahnya.
Keinginannya menikah muda ternyata sudah ada sejak SMP karena dia mengaku tidak begitu suka belajar.
2. Putri Marino: Dilema Antara Karier dan Keluarga
Bagi aktris peraih Piala Citra, Putri Marino, menikah di usia 25 tahun dengan Chicco Jerikho menempatkannya dalam sebuah dilema besar.
Di satu sisi, dia bahagia membangun keluarga, namun di sisi lain Putri merasa kariernya yang sedang meroket harus terhenti. Masa-masa awal pernikahan dan kehamilan bahkan ia sebut sebagai titik terendah dalam hidupnya.
Putri mengaku sempat takut dilupakan oleh industri yang membesarkan namanya.

"Aku takut dilupakan. Aku takut tersaingi oleh banyak orang. Aku takut nggak bisa kembali lagi," ujarnya.
Perasaan itu membuatnya sempat menyalahkan diri sendiri karena tidak berpikir dua kali sebelum vakum dari dunia akting.
3. Natasha Rizky: Merasa Stagnan dan Kehilangan Masa Remaja
Natasha Rizky menikah dengan Desta di usia yang sangat muda, 19 tahun, keputusan yang awalnya ditentang oleh keluarganya.
Dalam beberapa kesempatan, dia sempat mencurahkan isi hatinya terkait penyesalan yang pernah terlintas. Caca, sapaannya, merasa kehilangan banyak momen berharga di masa remajanya.

Saat teman-teman sebayanya sibuk dengan kehidupan kampus, Natasha sudah disibukkan dengan peran sebagai istri dan ibu.
Dia juga merasa kariernya yang sedang menanjak menjadi stagnan setelah menikah. Pengalamannya menjadi cerminan tentang pentingnya kesiapan mental sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
4. Wulan Guritno: Trauma KDRT di Usia Belia
Pengalaman Wulan Guritno menjadi salah satu contoh pahit dari risiko pernikahan dini. Dia menikah untuk pertama kalinya pada usia 17 tahun dengan Attila Syach.
Pernikahan yang belum matang itu hanya bertahan sekitar empat tahun dan harus kandas karena diwarnai isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
![Wulan Guritno ditemui di Panglima Polim pada Kamis, 11 Desember 2025 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/11/99105-wulan-guritno.jpg)
Pengalaman traumatis ini membuktikan betapa rentannya sebuah ikatan yang dibangun tanpa fondasi kedewasaan yang cukup.
5. Manohara Odelia Pinot: Pernikahan Paksa, Bukan Persetujuan
Kisah Manohara Odelia Pinot mungkin menjadi yang paling menyoroti sisi tergelap dari pernikahan di bawah umur.
Menikah di usia 15 tahun dengan seorang pangeran Malaysia, Manohara belakangan secara tegas meluruskan bahwa apa yang dialaminya bukanlah pernikahan, melainkan paksaan.

"Aku berumur 15 tahun. Pria yang terlibat berusia 30-an. Tidak ada kencan, tidak ada hubungan dan tidak ada persetujuan. Apa yang terjadi terpaksa," tulis Manohara di media sosialnya.
Dia menyebut pengalamannya sebagai child grooming dan menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan yang sah.
Kisahnya menjadi pengingat keras akan bahaya pernikahan paksa yang meninggalkan trauma mendalam.