Suara.com - Sosok Taufiq Supriadi, Ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial dan komunitas urban tanah air.
Bukan tanpa alasan, pria yang menjabat sebagai pimpinan wilayah terkecil di Jakarta ini berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional melalui berbagai inovasi hijau yang dibangunnya di lingkungan padat penduduk.
Lewat video wawancaranya yang viral di media sosial, dia menceritakan awal mula kesuksesannya sebagai Ketua RT.
Berawal dari sebuah blueprint rencana kerja lima tahun yang disusunnya sejak masa pencalonan, Taufiq bertekad melakukan transformasi total di lingkungannya.
Salah satu inovasi yang paling mencuri perhatian adalah pemanfaatan saluran air atau u-ditch beton yang biasanya kotor, diubah menjadi kolam budidaya lele yang produktif.
Tak tanggung-tanggung, terdapat sekitar 5.400 ekor lele di dalam saluran air sepanjang 14 meter yang kini menjadi sumber pangan mandiri bagi warga sekitar.
Keberhasilan ini membawa Taufiq diundang resmi oleh stasiun televisi pemerintah China, CCTV, untuk tampil dalam program "Entrepreneur China" di Beijing pada September 2025.
Ini merupakan kali kedua ida mendapat undangan dari Tiongkok setelah sebelumnya pernah hadir di Guangzhou.
Baca Juga: Aparat yang Sidak Penjual Es Kue Jadul Minta Maaf Sudah Salah Tuduh: Bentuk Respons Cepat
Menurut Taufiq, pencapaian ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berkontribusi pada planet.
“Di kawasan padat penduduk full beton, kami telah memiliki Media Percontohan Pencegah Krisis Planet Malaka Jaya yang bahkan sudah tercatat di Google Maps," kata Taufiq.
"Kami melakukan transformasi digital melalui website RT, mengubah saluran beton (u-ditch) menjadi kolam lele, membangun komposter komunal, memasang lampu tenaga surya, CCTV, speaker TOA, penampungan air hujan, dan 43 inisiatif hijau lainnya. Ini bukti bahwa lingkungan kecil pun bisa berkontribusi pada ketahanan pangan, lapangan kerja, dan SDGs."
Selain kolam lele, RT 8 Malaka Jaya juga telah memasang lampu jalan tenaga surya, sistem CCTV, hingga pengelolaan sampah komposter yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga.
Bahkan, Taufiq memelopori digitalisasi administrasi melalui aplikasi "RT Online" yang memungkinkan pengelolaan keuangan RT dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian langka ini.