- Onadio Leonardo (Onad) menyelesaikan rehabilitasi narkoba pada Rabu, 28 Januari 2026, dan dijemput oleh istrinya, Beby Prisillia.
- Beby Prisillia menyatakan kesetiaannya didasari janji pernikahan kepada Tuhan untuk selalu bersama Onad dalam suka dan duka.
- Onad mengungkapkan rasa syukur karena didampingi istri dan keluarga, menekankan pentingnya dukungan saat kondisi sulit.
Suara.com - Onadio Leonardo alias Onad menyelesaikan masa rehabilitasi narkoba pada Rabu, 28 Januari 2026. Ia dijemput sang istri, Beby Prisillia.
Kesetiaan Beby Prisillia teruji selama ini. Ia tak meninggalkan Onad yang tengah dalam masa keterpurukan.
Terkait hal ini, Beby Prisillia menuturkan kesetiaannya tersebut lantaran janji kepada Tuhan.
"Gini, gue itu menikah dengan Onad, berjanji kepada Tuhan, gue berjanji kepada diri gue, gue akan bersama selamanya, dalam susah dan senang. Dan itu yang gue pegang," kata Beby Prisillia di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Rabu, 28 Januari 2026.
Bagi perempuan kelahiran 1997 ini, meninggalkan suami yang sedang terjatuh bukanlah sebuah pilihan.
![Dijemput Beby Prissilia, Onadio Leonardo bahagia akhirnya bebas dari panti rehabilitasi narkoba, Rabu (28/1/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/28/23378-onadio-leonardo-dan-beby-prisillia.jpg)
Beby Prisillia merasa kehadirannya adalah hal yang paling dibutuhkan Onad untuk bisa benar-benar sembuh.
"Jadi kenapa harus gue tinggalin? Dia butuh ditolong, dia butuh gue," ucap Beby mengenai alasan kuatnya tetap bertahan mendampingi Onad.
Mendengar pernyataan tulus dari Beby Prisillia, Onad merasa sangat bersyukur.
"Terima kasih banyak istri gue, orangtua gue, teman-teman terdekat gue. Kadang kan kalau orang kena masalah ditinggal ya, tapi ini enggak," tutur Onad.
Baca Juga: Girang Bebas dari Rehabilitasi, Onadio Leonardo: Banyak Ketololan yang Harus Gue Bayar
Pria yang dikenal dengan gaya eksentrik ini menambahkan, esensi dari sebuah hubungan adalah saling membantu di saat tersulit.
Ia meyakini bahwa janji setia harus benar-benar dibuktikan ketika salah satu pasangan sedang dalam kondisi sakit atau tidak berdaya.
"Kita berjanji selamanya, senang dan susah bersama. Sehat dan sakit bersama, ya kenapa harus ditinggalin? Orang kayak gini jangan, ini harus ditolong," lanjut ayah dua anak tersebut.